Kepala SMK Muhammadiyah 2 Malang, Nur Kholis, saat diwawancarai awak media, Jumat (18/10). foto: IWAN IRAWAN/ BANGSAONLINE
Kepala SMK Muhammadiyah 2 Malang Nur Kholis, S.Pd menyayangkan aksi penamparan terhadap siswanya tersebut. Apalagi, hal itu dilakukan oleh seorang motivator yang sudah dikenal banyak lembaga pendidikan.
“Kami merasa kecewa dan gak habis pikir. Kami baru kali pertama mengundangnya. Menurut pengakuan teman-teman (kepala sekolah lain, Red) yang pernah memakai jasanya, dia orang yang berkompeten di bidangnya. Testimoni pun juga ditunjukkan," ucap Nur.
Dia mengatakan telah menyerahkan proses tersebut sepenuhnya ke kepolisian. Sebab, ada salah satu wali murid yang tidak terima anaknya ditampar.
“Kami meminta kepada para orang tua korban terus membantu dan mensupport putra-putrinya agar tetap semangat, serta meminimalisir traumatis,” katanya.
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan Malang Ema Sumiati menuturkan, pihaknya sebatas mendampingi pihak sekolah. Sebab, saat ini permasalahan itu sudah dilimpahkan ke pihak kepolisian.
"Kami pun ke depannya akan lebih selektif lagi dalam mencari mitra, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Barang kali pihak motivator lagi khilaf waktu itu, namun tetap menjadi pelajaran berharga," tuturnya.
Akibat peristiwa ini, siswa-siswi dipulangkan lebih awal. Jika hari biasanya pukul 15.00, proses belajar mengajar diakhiri pukul 11.00 atau 13.00. (iwa/thu/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




