
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pengurus Cabang NU (PCNU) Bangil menggelar istigosah kubro bersama Santri, TNI, dan Polri di Stadion R Sudarsono Pogar, Bangil, Pasuruan, Ahad (27/10).
Acara tersebut diikuti ribuan santri dan warga nahdliyin se-wilayah Cabang Bangil yang meliputi Kecamatan Beji, Gempol, Pandaan, Prigen, Rembang, dan Bangil.
"Tujuan dari istigotsah ini selain memperingati hari santri, acara ini juga mendoakan NKRI semoga tetap jaya, bersatu, aman, dan damai," jelas Ketua Tanfidz PCNU Bangil KH. Muhamad Shobri saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com di lokasi.
Menurut KH. Shobri, peranan santri NU sejak mendirikan dan mempertahankan NKRI tidak bisa dinafikan lagi. "Hingga muncul istilah resolusi jihad itu berangkatnya dari NU dalam mempertahankan NKRI, hingga saat sekarang diabadikan sebagai hari santri. Ironinya, meski NU punya jasa besar, tapi NU tak pernah minta jabatan strategis di pemerintah. Dikasih dilaksanakan dengan baik, gak dikasih gak masalah," jelas dia.
Senada disampaikan KH. Abdurrohim, Rois Suriyah PCNU Bangil. "Hizbullah itu perjuangannya luar biasa, tapi oleh orde baru dikesampingkan, NU biasa saja," terang Kiai sepuh tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tujuan dari NU itu selain urusan ke agamaan, juga membentengi NKRI, bahkan selalu berada di garda terdepan. Untuk itu, ia berharap melalui istighosah kubro ini, NKRI ke depan tetap kokoh, tidak mudah tercerai berai.
"Tujuan kami hanya satu, ingin NKRI tetap jaya, aman, damai, tidak ada perpecahan antar sesama," pungkasnya.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, serta Masayikh se-Pasuruan. (afa/rev)