BPBD Kota Batu menggelar kegiatan pemberdayaan masyarakat desa/kelurahan menuju desa tangguh bencana.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memberikan atensi terhadap bencana alam yang sering melanda kota apel ini, baik itu tanah longsor, angin ribut, dan banjir bandang. Ketua BPBD Sasmito berharap, pemerintah daerah bisa membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).
“Saya berharap di tiap desa nantinya dibentuk Destana. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait dengan bencana alam. Saya ingin tiap desa tangguh dalam menghadapi bencana apapun," ujar Sasmito, di sela kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Menuju Desa/Kelurahan Tangguh Bencana untuk warga Desa Punten, bertempat di Posko PB BPBD Kota Batu, Kamis (5/12).
BACA JUGA:
- Hujan Deras, Sungai Paron Meluap dan Seret Mobil di Tulungrejo Kota Batu
- Hujan Deras, Kota Batu Dilanda Banjir dan Tanah Longsor
- Villa Manzara di Kota Batu Ambruk, Enam Penghuni Asal Bekasi Dilarikan ke Rumah Sakit
- Cegah Agar Atap Sekolah Tak Lagi Ambruk, DPRD Kota Batu Minta Dinas Pendidikan Rutin Turun Lapangan
Dijelaskan, mendesaknya pembentukan Destana mengingat saat ini sudah masuk musim penghujan. Kendati tidak mengharap terjadinya bencana, minimal dengan terbentuknya Destana, masyarakat mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayahnya.
Menurut Sasmito, sebenarnya di tiap desa dan kelurahan sudah terbentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB). FPRB ini bisa menjadi cikal bakal terbentuknya Destana.
Dibentuknya Destana diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan risiko bencana dan reaksi bila terdapat bencana di daerah sekitarnya.
Sementara itu, dalam kegiatan fasilitasi pemberdayaan masyarakat menuju desa/kelurahan tangguh bencana di Desa Punten, Bumiaji, Kamis (5/12), PMI Kota Batu memberikan materi pertolongan pertama gawat darurat. (asa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






