Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan pidato di depan para karyaan PT Maspion saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Machfud MD ke PT Maspion I, Gedangan, Kab. Sidoarjo, Sabtu(1/02). foto: istimewa /bangsaonline.com
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Peran dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di Jatim seperti PT. Maspion yang memiliki karyawan lebih tiga puluh ribu diharapkan dapat menjaga pertumbuhan bisnisnya dengan terus melakukan pengembangan usahanya dengan berbagai inovasi seiring dengan perang dagang dunia saat ini. Hubungan industrial tetap terjaga dan diminta terus memperkuat perekonomian Jatim.
Demikian pesan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Machfud MD ke PT Maspion I, Gedangan, Kab. Sidoarjo, Sabtu (1/02).
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Kunjungan kerja Mahfud MD dan Khofifah ini disambut Alim Markus, bos PT Maspion dan Waki Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin.

Menurut Khofifah, salah satu upaya dalam memperkuat perekonomian Jatim adalah melalui menjaga kebersamaan antara perusahaan dan karyawan. Apabila karyawan nyaman dalam bekerja, maka tingkat produktivitasnya akan naik. Sehingga memberikan hasil maksimal bagi perusahaan.
Perusahaan, harus mengetahui bagaimana karyawan bisa lebih produktif, yaitu dengan menciptakan hubungan industrial yang kondusif serta meningkatkan kesejahteraan. Dengan semakin dipenuhinya kesejahteraan karyawan, maka tingkat kenyamanan dalam bekerja juga akan meningkat.
"Produktivitas perusahaan yang semakin melejit naik, akan berdampak positif bagi perekonomian Jatim. Oleh sebab itu, segala upaya yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi Jatim harus dilakukan. Akan tetapi juga harus memperhatikan keadaan dan kesejahteraan karyawan. Itulah yang sering saya sebut ekonomi tumbuh inklusif," ujarnya.

"Kinerja karyawan yang produktif salah satu faktornya dipengaruhi oleh kesejahteraan yang didapatnya. Sehingga, pertumbuhan perusahaan harus berseiring dengan kesejahteraan karyawannya," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




