Cegah Virus Corona Masuk Kabupaten Probolinggo, Pemkab Bakal Karantina para Pemudik 14 Hari

Strategi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo di antaranya memberlakukan check point COVID-19 di jalur kedatangan Kabupaten Probolinggo (Tongas, Exit Tol Muneng, Tegalsiwalan/Leces dan Paiton). Penerapan check point ini berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo di Terminal Bayuangga, stasiun, dan pelabuhan. Serta menerapkan check point COVID-19 di kecamatan dan kelurahan/desa.

Dalam rakor percepatan penanganan COVID-19, Bupati Tantri menegaskan menyampaikan siapa pun yang akan masuk ke Kabupaten Probolinggo, terutama yang baru datang dari luar Kabupaten Probolinggo, baik warga Probolinggo atau pendatang, akan diisolasi di rumah singgah selama 14 hari.

“Selama menjalani isolasi, makan dan segala operasional akan ditanggung oleh Pemerintah Daerah. Untuk makannya akan ditanggung 3 kali sehari. Nantinya akan dijaga oleh personil TNI dan Polri,” katanya, Sabtu (4/4).

Menurut Bupati Tantri, kebijakan ini diambil karena ia khawatir isolasi mandiri di desa masing-masing tidak akan maksimal. Sebab, masih ada celah-celah yang pada akhirnya SOP tidak dilaksanakan dengan benar. Apalagi kesadaran masyarakat terhadap kesehatan masih kurang maksimal. “Untuk anggaran, saya pastikan akan all out untuk upaya preventif," tegasnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: