H. Khoirul Anam, Ketua Lajnah Falahiyah NU Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Lamongan menjadi salah satu daerah yang ditunjuk sebagai lokasi pemantauan hilal dalam penentuan awal bulan Ramadan.
H. Khoirul Anam, salah satu Tim Rukyatul Hilal memastikan proses pengamatan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1441 H yang akan digelar pada 23 April 2020 tetap menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam keadaan pandemi virus Corona (Covid-19).
BACA JUGA:
- Rukyat di Era Astronomi Modern: Teguh pada Nash, Terbuka pada Sains
- Hasil Rukyat LFNU Gresik di Bukit Condrodipo: Hilal Tak Terlihat
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Ratusan Penyuluh Ikuti Bimtek Laporan Kinerja di Lamongan, Fokus pada e-Kinerja
Menurut Anam, hal ini dilakukan sesuai Surat Edaran imbauan protokol pelaksanaan rukyatul hilal dari Kanwil Kemenag Jatim
Dijelaskan Anam, protokol kesehatan itu memuat aturan bahwa sebelum memasuki area rukyatul hilal, semua peserta harus diukur suhu tubuhnya dan menggunakan masker. Bagi petugas yang merasa tidak sehat, tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan rukyatul hilal.
Petugas juga diimbau melakukan Salat Hajat memohon keselamatan dan kelancaran dalam melaksanakan tugasnya.
"Pesertanya dibatasi, maksimal 10 orang dan menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan serta senantiasa physical distancing selama pandemik Covid-19," jelasnya, Rabu (22/4) siang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




