
"Meskipun di tengah mewabahnya virus Corona, kami tetap melakukan ziarah kubur bersama santri-santri yang tidak bisa pulang kampung," tambah Patah.
Patah mengaku tidak bisa melupakan jasa-jasa para leluhurnya yang telah tiada. Bahkan dirinya mengaku berdosa tidak bisa memindahkan makam leluhurnya yang terendam lumpur.
"Dengan kegiatan ini kami juga berharap pemerintah pusat atau Pak Jakowi untuk memperhatihan warga korban lumpur yang belum terbayar," jelas Patah.










