Santri yang diketahui hasil rapid test-nya reaktif di-swab test oleh Tim Gugus Tugas.
TUBAN, BANGSAONLINE.com- Masjid di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, terpaksa ditutup sementara lantaran salah seorang jamaahnya dinyatakan reaktif (positif) Covid-19 usai menjalani rapid test.
Selain itu, puluhan warga yang ikut shalat berjamaah di dalam masjid, dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
"Iya mas kita tutup sementara, karena hasil rapid test pada salah satu warga, dinyatakan positif virus corona," kata Camat Semanding, Danarji, kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (28/4/2020).

(Masjid di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, terpaksa ditutup sementara)
Danarji menjelaskan, satu jamaah yang dinyatakan positif virus corona itu, diketahui salah satu santri dari Pondok Pesantren Temboro yang baru saja pulang dari Kabupaten Magetan dan masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
Namun, saat berada di rumah, santri itu malah beberapa kali mengikuti sholat tarawih berjamaah bersama puluhan warga lainnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




