Kondisi penumpukan kendaraan yang terjadi di Bundaran Waru. foto: ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung melakukan evaluasi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari pertama di Kota Surabaya, Selasa (28/04).
Hal itu dilakukan mengingat terjadi beberapa penumpukan kendaraan di berbagai titik pemeriksaan. Salah satunya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, yakni Bundaran Waru.
BACA JUGA:
- Adellia Syarifah Nahkodai IPPNU Surabaya 2026-2028, Usung Visi 'Sinergi, Aksi, Mengabdi'
- Ribuan Warga Surabaya Ikuti Kelana Bung Karno, Cak Armuji Kampanyekan Hidup Sehat dan Bersepeda
- Diduga Lalai, Proyek Gorong-Gorong di Surabaya Telan Korban
- Ledakan Kompor Gas Portabel di Gubeng Kertajaya, Keluarga Korban Keluhkan Pelayanan RSUD Dr Soetomo
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, dari hasil pantauan rekan-rekan di lapangan, pelaksanaan PSBB hari pertama terjadi penumpukan kendaraan di Bundaran Waru.

“Evaluasi ini dilakukan setiap hari, di Gedung Grahadi Provinsi Jatim yang melibatkan tiga daerah, yakni Surabaya, Sidoarjo dan Gresik,” kata Febri di Balai Kota Surabaya.
Ia menjelaskan, salah satu penyebab terjadinya penumpukan kendaraan saat pemeriksaan, lantaran banyak kendaraan roda dua yang melanggar dengan berboncengan, namun identitas tidak satu alamat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




