Dinkes Kota Batu akan melakukan rapid tes kepada sekitar 3.000 pedagang yang tersebar di unit 1 hingga unit 5.
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di kalangan pedagang Pasar Besar Kota Batu, minggu ini Dinkes Kota Batu akan melakukan rapid test kepada sekitar 3.000 pedagang yang tersebar di unit 1 hingga unit 5.
Menurut Drs. Eko Suhartono, Kepala Diskopumdag Kota Batu, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinkes terkait rapid test tersebut.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Batu Soroti Alih Fungsi Lahan hingga Aset Daerah dalam Pembahasan Tiga Raperda
- Dewan Pendidikan Kota Batu Lakukan Monitoring dan Evaluasi Asesmen di Sejumlah Sekolah
- Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Genjot Beasiswa 1000 Sarjana dan Kampanye Anti-Bullying
- Siap Taati Aturan, Pengacara Mikutopia Sebut Amdal Masih dalam Proses
"Saat ini kami masih melakukan koordinasi dengan dinkes. Terkait berapa jumlah pedagang yang akan di-rapid test, kami belum berani memastikan. Kalau kami inginnya semua pedagang di-rapid test," ujar Eko Suhartono, Senin (18/5).
Sementara untuk mencegah penyebaran Covid-19 di area Pasar Besar Kota Batu, Diskopumdag telah memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Antara lain mewajibkan semua pedagang maupun pembeli menggunakan masker saat masuk pasar, mencuci tangan saat masuk dan keluar area pasar, serta pengecekan suhu tubuh.
"Kami juga sudah mengatur jarak lapak antar pedagang di pasar pagi. Jaraknya ada yang satu meter hingga dua meter. Sepeda motor yang selama ini bebas keluar masuk pasar pagi juga sudah kami larang," terangnya.
Rencana rapid test bagi pedagang Pasar Besar Kota Batu juga dibenarkan Fadli Amarullah, Kepala UPT Pasar Besar Kota Batu. Menurutnya, jumlah pedagang di area Pasar Besar Kota Batu sekitar 3.000 orang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




