Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Menjelang diterapkannya New Normal (kenormalan baru), Pemerintah Kabupaten Tuban tetap belum bisa melangkah lebih jauh untuk membuka obyek pariwisata. Hal itu dilakukan mengingat Pemkab Tuban masih menunggu petunjuk dari pusat.
Namun demikian, Pemkab Tuban telah menyiapkan segala keperluan protokol kesehatan Covid-19 jika sewaktu-waktu diberlakuan kebijakan New Normal.
BACA JUGA:
- Pemkab Tuban Raih WTP 11 Kali Beruntun, Ketua DPRD Minta Pemkab Pertahankan Tren Positif
- Pemkab Tuban Salurkan 42 Hewan Kurban, Dibagikan ke Kecamatan hingga Ormas
- Buka Ruang Kritik Lewat FKP, Satpol PP dan Damkar Tuban Komitmen Tingkatkan Layanan Publik
- Kerugian Akibat Kebakaran Pasar Baru Tuban Capai Miliaran Rupiah, Bupati Lindra Siapkan Revitalisasi
"Kita belum bisa membuka obyek wisata karena masih menunggu instruksi dari pusat mekanismenya seperti apa," ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein saat ditemui BANGSAONLINE.com, Rabu (10/6/2020).
Namun, lanjut wabup, apabila seiring berjalannya waktu kondisi semakin membaik, sesegera mungkin tempat wisata yang ada akan dibuka kembali. Sementara ketika dibuka nanti, pihak pengelola wisata harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, seperti membatasi jumlah wisatawan, menjaga jarak, tempat cuci tangan, dan lainnya.
"Sampai saat ini belum ada yang dibuka," imbuh politikus PKB kelahiran Rengel tersebut.
Sebatas diketahui, sejak bulan Maret lalu, pariwisata di Kabupaten Tuban mulai ditutup akibat adanya Covid-19. Hal itu membuat Pemkab Tuban kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp 1 miliar. Jika kondisi ini masih terus berlanjut, tentu kerugian yang ditimbulkan akan semakin banyak lagi. (gun/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




