Sabtu, 15 Agustus 2020 05:59

​Tekan Populasi Hama, Warga Mlati Kediri Lepaskan Predator, Inisiasi Kampung Satwa

Minggu, 28 Juni 2020 22:03 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
​Tekan Populasi Hama, Warga Mlati Kediri Lepaskan Predator, Inisiasi Kampung Satwa
Para pegiat lingkungan dari Kopling saat akan melepas satwa ke alam bebas.

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Guna menekan populasi hama tanaman, puluhan warga Desa Mlati, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lingkungan dan Satwa Asli (Kopling) melepaskan satwa predator ke alam bebas.

Aksi kepedulian terhadap lingkungan ini bermula dari keluhan masyarakat Desa Mlati yang mayoritas petani. Mereka mengaku hasil penennya menurun akibat serangan hama tanaman.

Petani Desa Mlati dipusingkan oleh hama yang menyerang tanaman padi mereka. Mulai dari jenis ulat, belalang, dan tikus. Petani pun tidak dapat menikmati hasil panen karena tersedot oleh besarnya biaya pengendalian hama secara kimiawi.

Bermula dari kegalauan kaum petani tersebut, komunitas yang telah berdiri setahun terakhir ini menginisiasi upaya pengembalian ekosistem alami. Caranya dengan melapaskan satwa pemangsa hama. Dalam aksi kali ini melibatkan dari lintas komunitas, karang taruna, kelompok tani, serta segenap aparatur pemerintah desa setempat.

Dengan mengambil tempat di seputar areal persawahan desa, segenap pegiat lingkungan ini melepaskan berbagai satwa ke alam bebas. Ada seratusan jenis hewan yang mereka kumpulkan secara swadaya. Mulai dari berbagai jenis burung pemakan ulat dan belalang, musang, biawak, dan ulang sebagai musuh tikus.

"Kami memandang hal ini terjadi akibat ketidakseimbangan ekosistem. Populasi hewan pemangsa telah berkurang karena adanya perburuan secara liar,” kata Imam Saifudin, Ketua Kopling, Minggu (28/6).

Menurut Imam, pelepasan satwa ke alam bebas ini, adalah murni swadaya masyarakat. Pertama untuk menekan populasi hama pertanian, hama belalang dan ulat. Nantinya diharapkan akan mengurangi insektisida yang digunakan masyarakat. "Kami berupaya menekan populasi hama secara alami dengan melepaskan predator ini,” tambahnya.

Menurutnya, pengendalian hama secara alami lebih efektif dibanding menggunakan bahan kimia. Selain harganya jauh lebih murah, juga tidak memberi efek samping terhadap lingkungan. Baiknya lagi, hasil pertanian jauh lebih berkualitas karena tidak terkotaminasi oleh obat maupun racun.

Selain melepaskan hewan ke alam bebas, Komunitas Kopling juga melibatkan diri dalam penjagaan satwa. Mereka telah memasang papan pengumuman larangan berburu pada sejumlah sudut desa. Aturan tersebut merujuk pada Peraturan Bupati Kediri tentang larangan berburu serta ancaman hukuman bagi pelanggarnya.

Masih menurut Imam, nantinya jika ke Desa Mlati akan menemui aneka burung di dahan-dahan. Ada jenis kacer, cendet, bahkan murai batu yang berbicauan. Bahkan, ada ayam hutan yang sering berkokok di pagi hari. 

"Kelak kami harapkan bisa muncul sebuah Kampung Satwa. Sehingga bisa dinikmati oleh semua dan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak,” harapnya.

Aksi pelepasan satwa tersebut akan dilakukan secara terus menerus. Tujuannya untuk menciptakan sebuah Kampung Satwa yang mampu mengundang kehadiran wisatawan untuk datang. Warga berharap adanya kepedulian dari instansi terkait untuk menambah keragaman jenis satwa yang nantinya bisa menjadi sarana edukasi bagi generasi penerus. (uji/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...