Selasa, 27 Juli 2021 16:54

Tafsir Al-Hijr: Tazyin dan Ighwa, Cara Syetan Menjerumuskan Manusia

Rabu, 28 Januari 2015 15:28 WIB
Editor: Revol
Tafsir Al-Hijr: Tazyin dan Ighwa, Cara Syetan Menjerumuskan Manusia
Ilustrasi

BangsaOnline - Setelah dikutuk karena membangkang, tidak mau sujud kepada Adam A.S. dan mendapat jatah umur panjang hingga akhir zaman, Iblis bersumpah akan menjerumuskan semua anak Adam ke dalam nereka dengan segala cara. Secara terbuka Iblis mengumumkan dua tehnik penjerumusan yang amat canggih, yakni : Tazyin (la'uzayyinann lahum fi al-ardl) dan Ighwa' (wa la'ughwiyannahum ajma'in).

Tazyin: zayyana - yuzayyinu - tazyin, artinya menghiasi, serumpun dengan kata zinah (hiasan). Seperti wanita yang berhias diri agar tampil lebih menarik dengan make up dan dandanan yang menawan, itulah yazyin.

Sedangkan ighwa', aghwa yu'ghwi ighwa' berarti menjerumuskan, menyesatkan. Memberi petunjuk arah jalan yang salah, semestinya terus lurus, tapi dia menyuruh belok kiri, itulah ighwa'.

Sebut saja Iblis punya program menjerumuskan si Fulan dan Fulanah berzina, maka langkah pertama adalah tazyin. Syetan wanita bertugas mempengaruhi pandangan mata si Fulan menjadi terlihat serba cantik ketika memandangi si Fulanah.

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 66-68: Nabi Khidir A.S. Mengkritik Pengajaran Model Klasikal

Tafsir Al-Kahfi 65: Nabi Khidir A.S. Sudah Wafat

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Begitu matanya sudah bisa dipengaruhi, lalu fikirannya dihiasi dengan lamunan-lamunan yang menggairahkan, "andai bisa ketemuan, bisa berduaan dan seterusnya". Begitu halnya terhadap si Fulanah, syetan cowok bertindak seperti yang ditugaskan.

Pada fase Tazyin ini bisa berjalan lama bila orang yang digoda imannya sangat tangguh. Tapi Syetan sangat sabar, tidak pernah putus asa dan terus berusaha.

Tazyin tingkat akhir adalah suasana kondusif yang memungkinkan seseorang melakukan kemaksiatan secara berani atau aman. Secara berani, misalnya ketika seseorang sedang dalam kondisi mabok atau tertekan. Saat demikian, sangat rawan perzinaan terjadi. Makanya, agama melarang minuman keras. Saat aman, misalnya berduaan di tempat tertutup, di kamar hotel, makanya agama melarang laki dan perempuan bukan mahram berduaan. Karena yang ketiga adalah Syetan.

Terhadap keamanan, syetan ikut berperan aktif dan menjaga suasana agar aman sungguhan. Sebab Syetan punya kepentingan mengegolkan rencananya berjalan mulus. Kalau saja ketahuan orang lain dan bubar, maka kerugian besar bagi syetan, sebab untuk mengawali lagi sangat susah.

Nah, ketika keadaan kondusif dan aman, barulah syetan dengan segala kekuatannya mendorong-dorong si Fulan agar secepatnya melakukan perzinaan. Kerja akhir inilah yang disebut ighwa'.

Makanya, pada perbuatan maksiat pertama kali dilakukan, biasanya aman-aman saja, karena syetan ikut membantu mengamankan. Sedangkan maksiat kedua dan seterusnya, syetan tidak lagi kerja keras seperti pada penggodaan pertama, bahkan cenderung membuat perangkap agar terperangkap, lalu nama baik dia jatuh di depan masyarakat.

Ada dialog imajiner antara syetan dengan seorang sufi.

Sufi : You kok bisa menggoda temanku si Fulan, padahal dia sangat senior dalam suluk dan bermunajah. Tapi akhir-akhir ini dia nampak jarang bangun malam.

Syetan : Ya, bisa saja, dia kan manusia.

Sufi : caranya?.

Syetan : Wah, mohon maaf Gan, itu rahasia kami.

Sufi : Atau ada tehnik khusus?.

Syetan : Tentu saja, bahkan itu merupakan hasil diskusi kami".

Mendengar kata-kata "hasil diskusi", sang Sufi terkejut dan penasaran

Sufi : Kok ada diskusi-diskusian segala, apa maksudnya?.

Syetan : Begini Gan, setiap ada hamba Allah yang tangguh dan susah digoda, kami berdiskusi dengan teman-teman yang lebih senior untuk mencari tehnik terampuh. Bila perlu, mengundang pakar segala.

Sufi : Oke, tolong beritahu aku, sekali ini saja, tehnik apa yang kamu pakai untuk menggoda temanku itu.

Syetan sangat keberatan membuka rahasinya, tapi karena terus didesak, maka dia meminta syarat agar sang sufi berjanji untuk tidak membocorkan dan sang sufi mengiyakan. Lalu syetan pun akhirnya menuturkan...

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...