Robot Bobota saat dipamerkan kepada awak media.
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, me-launching robot canggih yang bisa mendeteksi nomor kendaraan palsu, serta bisa mendeteksi warga yang tidak mengenakan masker pada masa pandemi Covid-19 ini, Selasa (6/10/20).
Robot itu diberi nama Bobota (Robot Bojonegoro Tangguh). Bobota merupakan hasil karya salah satu anggota Polres Bojonegoro, yakni Brigadir Nanang Saiful Hanafi.
BACA JUGA:
- Kapolres Bojonegoro Tinjau Langsung Kesiapan Pengamanan Gereja Jelang Natal 2025
- Operasi Zebra Semeru 2025 di Bojonegoro Catat 1.473 Pelanggaran ETLE
- Nahas! Seorang Anak di Bojonegoro Dicabuli Ayah Kandungnya Hingga Hamil 8 Bulan
- Operasi Zebra Semeru 2025, Polres Bojonegoro Bakal Tindak Tegas 7 Pelanggar Prioritas
Menurut Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan, robot ini berbasis aplikasi Information Technologi (IT). Kehadiran robot diharapkan dapat mendukung tugas-tugas anggota kepolisian di tengah pandemi Covid-19 ini.
Launching tersebut diikuti oleh Wakapolres Bojonegoro, Kabag Ops Polres Bojonegoro, para Kasat, Kasubbag Humas, dan awak media cetak, elektronik, online/siber Pokja Polres Bojonegoro.
"Robot Bobota dibuat dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih. Anggota kami ternyata mampu, dan Alhamdulillah karyanya bisa mendukung kinerja kami," ujar Kapolres dengan bangga.
Robot Bobota bekerja dengan sistem aplikasi dan internet. Pada bodi robot terdapat dua kamera besar serta sensor dan beberapa pelaratan lain yang dapat merekam apa saja yang ada di depannya. Bahkan, secara otomatis robot tersebut akan mengeluarkan suara melalui audio yang dipasang pada bodi bagian tengah.
Kapolres menyebut beberapa fitur pada robot Bobota yang diklaim baru pertama kali ada di Indonesia ini, yakni antara lain kamera ALPR (Automatic License Plate Recognition). Kamera yang dapat mendeteksi tanda nomor kendaraan bermotor secara otomatis, merekam, serta menyimpan data nomor kendaraan bermotor. Sehingga pendataan plat nomor kendaraan dapat dilakukan pada saat kegiatan patroli, dan dilengkapi alarm apabila ada nomor kendaraaan yang masuk dalam blacklist.

"Yang kedua AI Camera (Face Mask Detection Alert) menggunakan pemanfaatan AI dan IoT yang dapat mendeteksi setiap masyarakat yang tidak menggunakan masker dan dilengkapi dengan himbauan untuk penggunaan masker," terangnya.
Selanjutnya adalah Video Call. Hal ini merupakan salah satu fitur untuk berkomunikasi dua arah antara masyarakat dan petugas guna meminimalisir kontak langsung. Announcement Speaker dilengkapi dengan 4 buah speaker yang dapat digunakan untuk memberikan pengumuman, imbauan, dan juga memutar audio.
Robot ini juga dilengkapi Mobile Traffic Light, yaitu modul lampu pengaturan lalu lintas 4 arah yang dilengkapi dengan extension ketinggian yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan. Dan yang terakhir adalah PTZ Camera 270áµ’ dan Camera 360áµ’, merupakan kamera yang dapat berputar baik 270áµ’ atau 360áµ’ yang bertujuan untuk mengetahui kondisi dari arah tertentu.
"Salah satu fitur Bobota adalah bisa mendeteksi warga yang tidak memakai masker di tengah kerumunan massa serta dapat berinteraksi dengan warga. Warga yang terdeteksi melanggar protokol kesehatan juga akan ditegur secara langsung petugas melalui command center yang berada di Mapolres Bojonegoro," terangnya.
Brigadir Nanang Saiful Hanafi pembuat robot menambahkan, Bobota ini merupakan robot berbasis information technologi dimana banyak sekali fitur-fitur yang ada. Robot ini akan digunakan saat patroli sebagai alat pendukung tugas Polri menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.
"Proses pembuatan Bobota membutuhkan waktu sekitar dua bulanan. Alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik bagi Polres Bojonegoro," ujar Brigadir Nanang singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




