300 Hektare Lahan Padi di Jombang Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

"Kalau kita nunggu giliran dari mesin diesel air kan kadang lama, untuk sawah ukuran bata 100 saja bisa dua hari dua malam. Ya terpaksa ngangsu (ambil air dengan ember) dari sawah terdekat yang sedang mengairi sawah," ucap Rubiyanto (51), petani asal Desa Bugasur Kedaleman, Minggu (11/10/20).

Belum lagi, masih lanjut Rubiyanto, biaya yang dikeluarkan untuk menggunakan mesin diesel cukup banyak. Hal itu berimbas pada penghasilan saat panen nantinya.

“Kalau menggunakan diesel itu biayanya habis banyak, untuk sawah ukuran bata 100 saja menghabiskan sekitar 300 ribu rupiah dua hari. Itu saja hanya cukup untuk kondisi tanah basah tidak tergenang. Banyak juga petani yang modalnya nipis ya tanamannya dibiarkan mati karena tidak mampu menyewa diesel,” terangnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: