"Jadi itu beberapa pencapaian, sehingga wajar ketika indeks reformasi birokrasi kita dari 54 menjadi 82," ungkapnya.
Dari sisi pencegahan korupsi, kata Arifin lebih lanjut, selama ia menjabat sebagai Wakil Bupati maupun Bupati Trenggalek, tingkat kepatuhan mencapai 83 persen. Hal ini sudah masuk kategori baik dalam sistem pencegahan korupsi.
"Ketika pemerintahan dikelola dengan baik, maka akan memiliki impact terhadap kesejahteraan, pertumbuhan ekonomi, pembangunan manusia, bahkan terhadap penurunan angka kemiskinan. Ketika saya masuk (menjabat) ke Trenggalek, kemiskinan 14 persen dan sekarang turun menjadi 10,98 persen," kata Arifin.
Arifin juga menyampaikan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Trenggalek yang dulu hanya kisaran 5 persen, saat ini menjadi 5,08 persen.









