10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah

10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah Program rutilahu atau bedah rumah. (foto: ist)

Di Surabaya sendiri, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), tunawisma, anak jalanan, hingga anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapat fasilitas pelayanan berupa tempat penampungan sekaligus rehabilitasi, pembinaan dan pemberdayaan. Mereka tersebar dan mendapat pelayanan di lima liponsos (lingkungan pondok sosial) yang dikelola pemkot melalui dinas sosial sesuai dengan peruntukannya.

Lima liponsos yang dikelola , yakni UPTD Liponsos Keputih (menampung sementara hasil razia ODGJ, gelandangan, pengemis, dan anjal), UPTD Kampung Anak Negeri (penampungan anak jalanan), UPTD Babat Jerawat (penampungan penderita kusta), Liponsos Kalijudan (penampungan anak berkebutuhan khusus), dan UPTD Griya Wreda (penampungan lansia telantar).

Anang-sapaan lekat Suharto Wardoyo mengungkapkan, data penghuni di UPTD Liponsos Keputih hingga Kamis (12/11/2020), tercatat sebanyak 1.050 orang. Mereka terdiri dari ODGJ 931 orang, Gepeng 49 orang, Lansia 60 orang, Anjal 9 orang, dan telantar 1 orang. Para penghuni di sini berasal dari berbagai daerah di dalam dan luar Jawa Timur.

”Sedangkan jumlah penghuni Liponsos Keputih yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Menur terdapat 41 orang,” papar dia.

Menurutnya, Liponsos Keputih tak hanya menjadi tempat penampungan. Para penghuni juga mendapat fasilitas pelayanan dari . Mulai dari pemberian kebutuhan permakanan 1 hari 3 kali makan, pemberian kebutuhan pakaian layak pakai, pengobatan secara berkala di rumah sakit jiwa bagi ODGJ, hingga pembinaan mental keagamaan (kerohanian).

“Mereka juga mendapat pelatihan keterampilan, kegiatan terapi musik, kesehatan jasmani melalui olahraga, dan pemulangan ke daerah asalnya,” terangnya.

Sementara di UPTD Kampung Anak Negeri, anak-anak jalanan tak hanya ditampung dan diberikan pembinaan secara formal. Namun pengembangan minat dan bakat juga dilakukan hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi. Kini, UPTD yang berada di Jalan Wonorejo Timur No. 130 Surabaya ini dihuni sebanyak 34 anak.

Menariknya, pemkot melalui dinas sosial juga memiliki UPTD Liponsos Kalijudan. UPTD ini tak hanya sekadar tempat bernaung bagi anak-anak penyandang disabilitas. Liponsos Kalijudan menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi mereka.

“Di Liponsos Kalijudan saat ini dihuni 50 anak,” ujar Anang.

Tak hanya UPTD yang dikhususkan bagi anak-anak, pemkot juga memiliki Griya Wreda atau tempat penampungan bagi para lansia. Griya Wreda sendiri didirikan dan diresmikan oleh Wali Kota Risma tahun 2013 di Jalan Jambangan Surabaya. Sebelumnya, beralamat di Medokan Asri Surabaya.

“Hingga bulan November 2020 ini, jumlah penghuni Griya Werda Jambangan mencapai 151 orang,” kata Kepala UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya, Septati Hendartini.

Di samping UPTD Griya Wreda yang dikhususkan bagi lansia, dinsos juga memiliki tempat rehabilitasi sosial bagi eks penyandang penyakit kusta. Panti yang berada di Jalan Babat Jerawat Benowo Surabaya tersebut, saat ini menampung sekitar 93 orang. Mereka tak hanya berasal dari Surabaya, namun berbagai daerah di dalam dan luar Jawa Timur.

Meski telah sembuh, eks penderita penyakit kusta sering kali ditolak saat kembali ke kampung halamannya. Untuk itulah, mereka tinggal dan dirawat di UPTD Babat Jerawat. (ian/zar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO