Menurut dia, nilai Rp 300 ribu itu adalah keuntungan bersih setelah dikurangi ongkos produksi dan untuk pembelian benih lagi. Dengan sumber daya air yang melimpah, beternak lele media terpal menjadi alternatif baginya untuk mencari penghasilan tambahan.
“Cukup lumayan, untuk membantu kebutuhan memasak di dapur. Semoga harga jual lele bisa stabil tinggi sehingga kami masih bisa mendapatkan untung, “ ujar Tawi.
Masih kecilnya keuntungan yang didapat itu membuat Bupati Fadeli mendorong kelompok penerima agar melakukan inovasi lebih sehingga keuntungan berlipat. Terutama dalam manajemen budidaya dan penggunaan pakan yang lebih ekonomis.
“Pembudidaya lele saya harapkan bisa berinovasi. Jangan hanya mengandalkan pakan buatan pabrik yang tentunya cukup mahal. Bisa dikembangkan pakan organik buatan sendiri yang bukan hanya murah namun bisa meningkatkan produksi ikan lele, “ tutur dia saat meninjau kolam warga di Sukorame.









