Gubernur Khofifah saat menandatangani berita acara serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Setelah resmi dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Kepala Daerah Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (6/3) dilaksanakan serah terima jabatan Bupati Lamongan dari Plh. Bupati Aris Mukiyono kepada Bupati Yuhronur Efendi. Sertijab ini dilaksanakan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lamongan yang dipimpin secara langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah merasa takjub akan sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lamongan. Selain menjadi lumbung pangan Jawa Timur, menurut Khofidah, Lamongan juga memiliki potensi UMKM yang sangat besar.
BACA JUGA:
- Genjot Produktivitas Tebu, Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon di Kediri
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Kado Hari Jadi ke-457 Lamongan, RSUD Ngimbang Resmikan 3 Unit Layanan Baru
- Video Viral Diduga Pocong di Gang Kampung Gegerkan Warga Lamongan
“Lamongan memiliki sentra kerajinan berupa kain tenun di Kecamatan Maduran. Usaha yang sudah merambah ke berbagai daerah hingga pasar Timur Tengah ini tak membutuhkan banyak proses, bahkan masih menggunakan peralatan tradisional,” ungkap Khofifah.
Namun demikian, peluang besar ini harus selaras dengan progres pemasarannya.
“Rupanya kain songket, tenun saya hampir 70 persen produk Lamongan. Tapi belinya malah tidak di Lamongan. Nah peluang besar di sini. Sehingga ketika kita berbicara UMKM, harus ada marketnya,” terangnya.
Selain kerajinan songket dan agrarianya, lanjut Khofifah, Lamongan juga memiliki potensi bahari yang luar biasa.
“Pertanian Lamongan menjadi lumbung padi Jawa Timur, Jatim sangat support terhadap modernisasi pasar ikan. Selain itu kehutanan, termasuk jagung, potensi bahari, tambak ikan di Lamongan sangat besar. Hal-hal ini menjadi bangkitnya ekonomi pasca pandemi,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




