Minggu, 01 Agustus 2021 05:59

Tafsir Al-Kahfi 39-41: Berdoalah Kebajikan Saat Anda Direndahkan

Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 39-41: Berdoalah Kebajikan Saat Anda Direndahkan
Ilustrasi.

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaan

Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, la quwwata illa billah” (Sungguh, atas kehendak Allah, semua ini terwujud), tidak ada kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah, sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit daripadamu.

40. fa’asaa rabbii an yu'tiyani khayran min jannatika wayursila ‘alayhaa husbaanan mina alssamaa-i fatushbiha sha’iidan zalaqaan

BACA JUGA : 

Tafsir Al-Kahfi 66-68: Nabi Khidir A.S. Mengkritik Pengajaran Model Klasikal

Tafsir Al-Kahfi 65: Nabi Khidir A.S. Sudah Wafat

Tafsir Al-Kahfi 65: Khidir A.S., Nabinya Komunitas Green Peace

Tafsir Al-Kahfi 61-64: Guru Mendatangi Murid atau Murid Mendatangi Guru

Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin,

41. aw yushbiha maauhaa ghawran falan tastathii’a lahu thalabaan

atau airnya menjadi surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.”


TAFSIR AKTUAL

" ... fa 'asa Rabby an yu'tiyani khaira min jannatik...". Ketika lelaki itu direndahkan habis-habisan oleh saudaranya sendiri yang kaya raya, lalu menasihati dan terus memberi arahan, tapi penghinaan malah menjadi-jadi, lalu dia berdoa: "... semoga Allah SWT memberi saya yang lebih baik dari pada kebun anda...".

Kata "khaira", pemberian yang lebih baik. Menurut ulama' mufasirin adalah pemberian di akhirat. Sementara yang lain berpendapat, bahwa pemberian itu tidak hanya di akhirat saja, bahkan di dunia juga diberikan. Menurut kisah berikutnya, keadaan terbalik. Pria muslim dan miskin yang direndahkan tadi berangsur menjadi kaya, sedangkan saudaranya yang dulu konglomerat berubah menjadi melarat.

Maka beruntunglah seseorang yang tanpa salah, lalu dihina, difitnah, direndahkan. Sejatinya, saat itu Tuhan memberi peluang emas kepada orang tersebut untuk berubah dengan berdoa kebajikan tepat pada waktunya. Sejatinya orang yang congkak dengan hartanya, lalu merendahkan orang lain adalah awal kehancurannya sendiri. Saat itulah orang yang dizalimi berpeluang mengambil alih. Maka berdoalah baik-baik kepada-Nya karena Dia sedang mendengarkan doa anda. 

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang.

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...