Tafsir Al-Hajj 8-10: Wong Kafir Ngomongnya Ngawur

Tafsir Al-Hajj 8-10: Wong Kafir Ngomongnya Ngawur Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie

Rubrik ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.

Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Hajj': 8-10. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.

8. Wa minan-nāsi may yujādilu fillāhi bigairi ‘ilmiw wa lā hudaw wa lā kitābim munīr(in).

Di antara manusia ada yang berdebat tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan.

9. Ṡāniya ‘iṭfihī liyuḍilla ‘an sabīlillāh(i), lahū fid-dun-yā khizyuw wa nużīquhū yaumal-qiyāmati ‘ażābal-ḥarīq(i).

Sambil memalingkan lehernya (dengan congkak) untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah. Bagi dialah kehinaan di dunia dan pada hari Kiamat Kami mencicipkan kepadanya azab (neraka) yang membakar.

10. Żālika bimā qaddamat yadāka wa annallāha laisa biẓallāmil lil-‘abīd(i).

(Akan dikatakan kepadanya,) “Hal itu disebabkan apa yang dahulu kamu lakukan dan sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba-Nya.”

TAFSIR

Tiga tokoh kafir yang memusuhi Rasulullah SAW, yaitu: Abu Jahal, ‘Amr ibn Hisyam dengan kekuasaannya, oot dan okol. Abu Lahab, Abd al-Uzza, paman Nabi sendiri dengan kekayaan dan kecongkakannya, dan al-Nadlr ibn al-Harits dengan ilmu dan kepintarannya.

Kaitannya dengan ayat kaji ini, mayoritas mufassirin menuturkan, bahwa turunnya ayat ini terkait dengan ulah mereka. Bisa jadi melibatkan semuanya dan setidaknya salah satunya, entah yang mana. Dan sejarah menuturkan begitu. Mereka sama-sama memusuhi Nabi, menghujat dan merendahkan konsep teologis. “... man yujadil fi Allah bighair ‘ilm..”.

Hujatan dan kejahatan Abu Lahab dan Abu Jahal sudah maklum. Sedangkan al-Nadlr ibn al-Harits ini agak nampak bersekongkol dengan orang nasrani. Bila kaum nasrani mengimani nabi Isa ibn Maryam itu anak lelaki Tuhan, maka si al-Nadlr menuduh Malaikat yang diimanai umat islam adalah anak perempuan Tuhan.

Usut punya usut karena al-Nadlr ibn al-Harits adalah ahli bahasa dan sastra arab papan atas. Dasar pemikirannya karena melihat bentuk kata dan dlamir yang biasa dipakai dalam al-qur’an, semua kata terkait “malaikat” pasti pakai “mu’annats” (perempuan).

Sederhana saja pikirannya, bahwa: mu’annats dalam lafadh pasti mu’annats pula dalam makna. Ya, memang begitu kaidah umum, tetapi sejatinya al-Nadlr mengerti banget, bahwa rumusan itu tidak mutlak. Sebab ada namanya bentuk majazi, mura’ah, termasuk benda yang tak punya jenis kelamin dan lain-lain.

Perhatikan kata “al-ardl”, artinya bumi, “al-sama’” (langit), al-Syams (matahari), semua bentuknya mudzakkar (laki-laki), tetapi bahasa arab, Alqur’an memposisikan kata-kata tersebut sebagai bentuk “mu’annats”. Sementara kata “al-qamar” (rembulan) sebagai “mudzakkar” (laki-laki). Kok begitu..?

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO