Kamis, 13 Mei 2021 09:13

​Bila untuk Bagi-bagi Kekuasaan Elite, Syafiuddin Tegas Tolak Rencana Provinsi Madura

Selasa, 29 Desember 2020 23:19 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Bila untuk Bagi-bagi Kekuasaan Elite, Syafiuddin Tegas Tolak Rencana Provinsi Madura
Webinar dengan tema "Siapkah Madura Menjadi Provinsi?" dengan pemateri sejumlah tokoh Madura. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wacana Madura menjadi provinsi kembali mengemuka. Bahkan, sejumlah tokoh Madura telah bertemu Menkopolhukam, Machfud MD di Jakarta, untuk mematangkan wacana tersebut. Machfud pun memberi lampu hijau selama syarat-syaratnya terpenuhi.

Anggota Fraksi PKB DPR RI, Syafiuddin Asmoro mengaku juga mendukung rencana Madura menjadi provinsi, terpisah dengan Jawa Timur. Dukungan itu dengan catatan, yakni tujuannnya untuk kemaslahatan masyarakat Madura.

"Kalau untuk kemaslahatan masyarakat Madura saya mendukung penuh Provinsi Madura," tutur politikus PKB yang akrab disapa Ba Syafi' ini saat acara webinar dengan tema "Siapkah Madura Menjadi Provinsi?" Selasa (29/12/2020).

Tetapi, kata anggota Komisi V DPR RI ini, bila upaya menjadikan Madura sebagai provinsi hanya untuk kepentingan kaum elite, dan hanya untuk bagi-bagi kekuasaan, ia dengan tegas menolak.

BACA JUGA : 

Bassra Bisa Jadi Daya Ungkit Percepatan Pembangunan Madura

Selama Penyekatan Mudik, Hanya Warga dari 3 Kota ini yang Boleh Masuk Madura

​Pendukung MLB Terus Bertambah, Tiga DPW dan Tujuh DPC PKB di Kalimantan Gabung

​Disambangi Dubes China, Cak Imin: PKB Miliki Kesamaan Visi Kebangsaan dengan Partai Komunis China

Syafi juga memberikan opsi untuk percepatan Madura menjadi daerah istimewa, sama seperti DKI, Aceh dan beberapa daerah istimewa lainnya. Atau, kalau itu tidak memungkinkan, opsi terakhir adalah Madura menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Pada kesempatan yang sama, Iriani Ismail, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (FEB) UTM menjelaskan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal penting dalam pembangunan. Dalam konteks Madura, menurutnya SDM masih perlu banyak perbaikan.

"Indeks Pembagunan Manusia (IPM) di Madura masih tergolong rendah," tandasnya.

K.H. Ahmad Halimy, Wakil Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibin Sumenep menuturkan bahwa sebenarnya isu Provinsi Madura merupakan isu lama. Kata pria yang akrab disapa Halimy ini, pertanyaannya harus diubah, yaitu Apa Manfaat Kalau Madura Menjadi Provinsi?.

Bila dengan menjadi provinsi akan membawa kemaslahatan, tidak ada persoalan. Hanya saja, dari beberapa daerah yang lebih dulu menjadi provinsi sendiri, bisa dikatakan 70 persen tidak sukses. 

"Maka itu rencana Provinsi Madura ini harus benar-benar dikaji terlebih dahulu," imbuhnya. (mdr/ian)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...