Grafis The Republic Institute
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tampaknya Jawa Timur akan mengalami perubahan peta politik besar-besaran. Hasil survei The Republic Institute terbaru menunjukkan bahwa Partai Gerindra menggeser posisi PKB dan PDIP, dua partai besar yang selalu tampil sebagai pemenang pemilu di Jawa Timur.
“Gerindra menempati peringkat pertama elektabilitas dengan dukungan sebesar 17,7%, mengungguli PKB (16,5%) dan PDIP (14,6%),” kata Dr Sufyanto, peneliti utama The Republic Institute, kepada BANGSAONLINE, Jumat (25/7/2025) malam.
BACA JUGA:
- PDIP Surabaya Rayakan May Day dengan Aksi Sosial, Rangkul Ojol Perempuan
- Anggota Fraksi PKB Dimas Ajak Pemuda Gresik Melek Kebutuhan Industri
- Anggota DPRD Elyas Beri Bantuan ke Lansia Penjual Kopi di Gempol Pasuruan
- Survei Kinerja Satu Tahun Bupati Gus Bara-Wabup Mas Rizal, 85,4% Masyarakat Puas, Alasannya?
Ini berarti Gerindra bakal menjadi partai pemenang pemilu di Jawa Timur pada 2029.
Menurut dia, kenaikan elektabilitas Gerindra dipengaruhi oleh sejumlah variabel strategis.
“Pertama, banyak kader Gerindra yang berhasil memenangkan kontestasi Pilkada 2024 di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Timur,” tutur Sufyanto.
Kedua, ungkap Sufyanto, efek elektoral dari Presiden Prabowo Subianto masih kuat terasa, terutama pasca pelantikannya dan gebrakan awal dalam program-program pertahanan, pangan, dan bantuan sosial.
Ketiga, kinerja anggota legislatif Gerindra di tingkat DPR RI dan DPRD Jatim dinilai aktif dan responsif oleh konstituen.
Yang menarik, Partai Amanat Nasional (PAN) juga mengalami lonjakan elektabilitas signifikan. “PAN menempati posisi kelima dengan 7,6%, naik dari posisi tengah ke papan atas,” ujar M. Izzudin Ma’ruf, peneliti The Republic Institute.
Menurut dia, kenaikan PAN banyak ditopang oleh persepsi publik terhadap keberhasilan kebijakan pangan yang diinisiasi pemerintah pusat, khususnya melalui peran kader PAN di Kementerian Koordinator bidang Pangan.
Masih menurut Izzudin Ma’ruf, kebijakan yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani karena naiknya harga jual panen petani dan stabilitas harga bahan pokok.
“Ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat pedesaan dan urban Jawa Timur. Kombinasi kinerja struktural dan kerja lapangan yang dilakukan oleh kader-kader PAN di tingkat nasional sampai tingkat daerah ini menguatkan daya tarik PAN, terutama di kalangan petani, nelayan, dan pelaku UMKM pedesaan,” tambah Izzudin Ma’ruf.






