Kegiatan Ngopi Gayeng Kediri Damai turut dihadiri perwakilan dari pemerintah, tokoh lintas agama, dan sejumlah komunitas. (Ist)
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Gusdurian Mojokutho Pare, Kabupaten Kediri, menggelar acara bertajuk Ngopi Gayeng Kediri Damai, di Pos Kampung Kongan, Pare, Jumat (12/9/2025) malam.
Dalam kegiatan itu, berbagai komunitas dan tokoh lintas agama yang hadir, menegaskan penolakan aksi kericuhan yang sempat terjadi pada Sabtu (30/8/2025), untuk terulang kembali di Kediri.
BACA JUGA:
- Ponpes Al-Falah Ploso Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026
- Bayi Perempuan yang Diduga Dibuang di Ngasem Kediri Diserahkan ke Dinsos, Polisi Buru Orang Tua
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Libur Panjang Iduladha, Stasiun Kediri Layani Lebih dari 13 Ribu Penumpang
Koordinator GusDurian Modjokutho, Antok Beler, mengatakan bahwa tema Kediri Damai ini diangkat untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga persatuan dan harmoni di tengah perbedaan.
"Tentunya di era digital seperti saat ini, di mana masyarakat lebih cenderung tidak memperhatikan (masyarakat lain) di sekitar," kata Antok.
Kegiatan ini, lanjut dia, sengaja dikemas santai agar peserta lebih mudah menyampaikan ide dan gagasannya untuk lebih meningkatkan keamanan di sekitar.
"Diskusi tidak harus kaku. Dengan ngopi bareng, suasana jadi cair dan lebih akrab," ujar Antok.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




