Kamis, 29 Juli 2021 16:58

Tegakkan SKB 6 Menteri, ​Polres Bersama Kodim Jombang Copot Atribut FPI di Ploso

Rabu, 30 Desember 2020 22:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Aan Amrulloh
Tegakkan SKB 6 Menteri, ​Polres Bersama Kodim Jombang Copot Atribut FPI di Ploso
Aparat gabungan saat mencopot atribut FPI di Ploso.

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kepolisian Resort (Polres) Jombang beserta Kodim 0814 melakukan pencopotan atribut berupa bendera besar yang identik dengan organisasi Front Pembela Islam (FPI), Rabu (30/12/20).

Dari informasi yang didapat, bendera FPI tersebut berada di depan rumah Bakir, warga Dusun/Desa Ploso, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Dipimpin langsung Wakapolres Jombang Kompol Ari Trestiawan dan Kasdim 0814 Jombang Mayor Inf Harjono, puluhan personel gabungan langsung melakukan pencopotan atribut organisasi FPI sesuai dengan keputusan pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Enam Menteri.

“Kami meyakinkan SKB ditandatangani bersama, bahwa kegiatan FPI tidak boleh dilakukan mulai hari ini. Banner, pamflet, maupun atribut lainnya sudah kita turunkan. FPI sudah dibubarkan dan tidak ada lagi aktivitas,” ujar Kompol Ari.

BACA JUGA : 

Sukseskan Program Vaksinasi, Polres Jombang Lantik Duta Vaksin serta Prokes

Polres Jombang Lakukan Vaksinasi pada Mahasiswa, Ojol, dan Anggota Ormas

Korem 082/CPYJ Salurkan Ratusan Ton Beras dari Yayasan Wings Peduli untuk Warga Terdampak PPKM

Blusukan ke Rumah Warga, Polres Jombang Lakukan Vaksinasi Door to Door

Dijelaskannya, FPI sudah tidak mempunyai legal standing, baik sebagai ormas maupun organisasi biasa, tetapi tetap melakukan aktivitas yang melanggar kamtibmas dan bertentangan dengan hukum.

“Pemerintah menghentikan segala bentuk kegiatan maupun atribut FPI. Polres dan Kodim akan mengawasi SKB sejak diberlakukan dan untuk ditegakkan,” tegas Ari Trestiawan.

Dengan dikeluarkannya SKB Enam Menteri, penggunaan segala bentuk atribut FPI dilarang di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, diimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dan terlibat dalam kegiatan FPI serta melaporkan kepada aparat penegak hukum setiap kegiatan, penggunaan simbol, dan atribut FPI. (aan/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...