​Bernuansa Masjid Nabawi Madinah, Kiai Asep Betah di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (2)

​Bernuansa Masjid Nabawi Madinah, Kiai Asep Betah di Masjid Raya Baiturrahman Aceh (2) M Mas'ud Adnan di bawah payung raksasa di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Jumat (25/12/2020). foto: bangsaonline.com

BANDA ACEH, BANGSAONLINE.com - Ini tulisan kedua dari serial tulisan M Mas'ud Adnan, owner HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang mengikuti rombongan Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A. ke Aceh selama 4 hari. Mulai Rabu (23/12/2020) hingga Sabtu (26/12/2020) pagi. Banyak catatan menarik selama berada di Serambi Makkah itu. Di antaranya ziarah ke Syaikh Kuala yang makamnya utuh saat Aceh diterjang tsunami. Juga keindahan Masjid Raya Baiturrahman, dan raibnya wanita penghibur pasca tsunami serta mahalnya mahar nikah yang mencapai ratusan juta. Selamat mengikuti:

Usai ziarah ke makam waliyullah Syaikh Kuala, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim dan rombongan menuju Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Kiai Asep dan rombongan mengikuti salat jamaah maghrib di masjid megah dan indah bernuansa Masjid Nawabi Madinah itu.

Yang menarik, jamaah salat maghrib di Masjid Raya Baiturrahman ini full. Inilah yang membuat Kiai Asep kagum. Kiai miliarder yang dermawan itu mengaku sangat terkesan dengan Aceh. “Banyak sekali warga Aceh yang salat jamaah maghrib,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto itu.

Menurut Kiai Asep, banyaknya warga Aceh yang salat jamaah itu mengingatkan pada suasana salat jamaah di Madinah. Saat salat maghrib berlangsung, toko-toko di Aceh tutup.

Apalagi suasana masjid Baiturrahman mirip Masjid Nabawi Madinah. Di pelataran Masjid Raya Baiturrahman dibangun payung-payung raksasa buka-tutup secara otomatis.

Payung raksasa ini tampaknya memang terinspirasi payung raksasa di Masjid Nabawi Madinah.

(Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dari arah depan tampak indah penuh cahaya lampu. Foto ini diambil seusai maghrib pada Kamis (24/12/2020). Foto: m mas'ud adnan/bangsaonline.com)

Seperti ditulis lingkar warna.com, payung raksasa di Masjid Nabawi itu dirancang arsitek asal Jerman Mahmooud Bodo Rasch. Dalam karya-karyanya, ahli konstruksi ini banyak menggabungkan literatur modern dan klasik. Salah satu literatur klasiknya adalah al-Quran.

Maka mudah dimengerti, jika Mahmooud Bodo Rasch banyak terinspirasi kisah-kisah al-Quran dalam karyanya. Di antaranya kisah yang menggambarkan tentang suatu kaum terdahlu yang membangun rumah dengan mengukir tebing.

Simak berita selengkapnya ...