Sabtu, 27 Februari 2021 14:41

Secara Intelektual, Kitab Kuning Lebih Jujur Ketimbang Karya Modern

Rabu, 27 Januari 2021 18:12 WIB
Editor: MMA
Secara Intelektual, Kitab Kuning Lebih Jujur Ketimbang Karya Modern
Foto: BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., mengungkapkan bahwa para pengarang kitab kuning lebih jujur secara intelektual dan sangat menghargai perbedaan. “Jadi meski ada pendapat yang tak disukai tetap ditampilkan sebagai perbandingan,” kata Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya, merespons rencana Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang akan mewajibkan para anggota Polri mengikuti kajian kitab kuning untuk meredam perkembangan teroris.

Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir dan Universitas Khortum Sudan itu menjelaskan bahwa para ulama pengarang kitab kuning tidak pernah menunggalkan pendapat atau memonopoli kebenaran. Mereka selalu jujur menampilkan pendapat ulama lain, meski tak sependapat. Ia memberi contoh Bidayatul Mujtahid, kitab kuning yang banyak banyak dibaca kelompok Islam pesantren tingkat intelektual. 

Dalam kitab tersebut, menurut Kiai Imam Ghazali Said, Imam Maliki yang terkenal sangat tekstual dalam istinbat hukum, tetap menghargai pendapat Imam Hanafi.

“Meski Imam Maliki tak setuju dengan pendapat Imam Hanafi. Tapi Imam Maliki mengutip pendapat Imam Hanafi sebagai perbandingan,” kata Kiai Imam Ghazali Said dalam acara Lesehan Bersama Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., dengan topik Kitab Kuning yang dipandu M Mas’ud Adnan di channel youtube BANGSAONLINE TV.

“Itu beda dengan karya-karya modern, yang katanya kembali pada al-Quran dan Sunnah. Langsung aja divonis. Kalau ini salah! Ini bid’ah,” tegas dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) itu.

Jadi, pengarang karya-karya modern cenderung menyembunyikan pendapat yang tak disukai sehingga tidak ada keragaman pendapat. "Mereka menegasikan dan menihilkan pendapat orang lain yang tidak sepaham," katanya. 

Menurut Kiai Imam Ghazali Said, kiai-kiai di pesantren sudah terbiasa dengan keragaman pendapat sehingga mereka moderat, tidak seperti kelompok Wahabi dan Salafi. “Saya kan punya naskah karya Abu Bakar Baasyir,” katanya.

Menurut dia, sebelum dipenjara Abu Bakar Baasyir sempat memberikan karyanya lewat KH. Hasyim Muzadi agar diterbitkan. “Tapi kalau ini diterbitkan itu bahaya karena dia anti nasionalisme,” tegas Kiai Imam Ghazali yang asal Sampang Madura itu.

Kiai Imam Ghazali Said lalu membahas tentang nasionalisme. Menurut dia, nasionalisme bagi Indonesia adalah berkah. Tapi bagi negara-negara Timur Tengah adalah petaka.

Loh, kenapa? Ikuti saja dialog Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. dengan M Mas’ud Adnan, Komisaris Utama HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com di BANGSA TV lewat channel youtube mulai sekarang. (tim)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 27 Februari 2021 06:11 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perdebatan Dahlan Iskan, wartawan kawakan, dengan Irwan Hidayat, pemilik pabrik jamu Sido Muncul ini menarik. Irwan Hidayat mengaku sukses karena hoki, bukan hasil kerja keras. Tapi Dahlan Iskan menolak, tak percaya...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...