Secara Intelektual, Kitab Kuning Lebih Jujur Ketimbang Karya Modern

Secara Intelektual, Kitab Kuning Lebih Jujur Ketimbang Karya Modern Foto: BANGSAONLINE.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., mengungkapkan bahwa para pengarang kitab kuning lebih jujur secara intelektual dan sangat menghargai perbedaan. “Jadi meski ada pendapat yang tak disukai tetap ditampilkan sebagai perbandingan,” kata Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya, merespons rencana Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo yang akan mewajibkan para anggota Polri mengikuti kajian kitab kuning untuk meredam perkembangan teroris.

Alumnus Universitas Al-Azhar Mesir dan Universitas Khortum Sudan itu menjelaskan bahwa para ulama pengarang kitab kuning tidak pernah menunggalkan pendapat atau memonopoli kebenaran. Mereka selalu jujur menampilkan pendapat ulama lain, meski tak sependapat. Ia memberi contoh Bidayatul Mujtahid, kitab kuning yang banyak banyak dibaca kelompok Islam pesantren tingkat intelektual. 

Dalam kitab tersebut, menurut Kiai Imam Ghazali Said, Imam Maliki yang terkenal sangat tekstual dalam istinbat hukum, tetap menghargai pendapat Imam Hanafi.

“Meski Imam Maliki tak setuju dengan pendapat Imam Hanafi. Tapi Imam Maliki mengutip pendapat Imam Hanafi sebagai perbandingan,” kata Kiai Imam Ghazali Said dalam acara Lesehan Bersama Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., dengan topik Kitab Kuning yang dipandu M Mas’ud Adnan di channel youtube BANGSAONLINE TV.

“Itu beda dengan karya-karya modern, yang katanya kembali pada al-Quran dan Sunnah. Langsung aja divonis. Kalau ini salah! Ini bid’ah,” tegas dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) itu.

Simak berita selengkapnya ...