SAAT MASIH AKUR. Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf (Gus Yahya) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: nahda/detik.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Guru Besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang juga tokoh NU Prof Dr KH Imam Ghazali Said menegaskan bahwa Rais Aam Syuriah PBNU KH Miftachul Akhyar harus adil. Menurut dia, Rais Aam jangan hanya memberhentikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf (Gus Yahya) tapi juga harus memberhentikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Hal itu disampaikan Prof Dr KH Imam Ghazali Said dalam Podcast BANGSAONLINE di channel YouTube yang sekarang lagi viral.
BACA JUGA:
- Tanya-Jawab Islam: Bagaimana Urutan Sholat Malam, antara Taubat, Tahajud, dan Hajat?
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
- Mensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya
Gus Ipul selain menjabat Sekjen PBNU juga menjabat Menteri Sosial Republik Indonesia. Menurut dia, ada tengara bahwa kisruh PBNU sekarang tak lepas dari keterlibatan Gus Ipul.
“Kan ada informasi, Gus Yahya mau mecat Gus Ipul, tapi kemudian Gus Ipul merapat ke Rais Aam,” kata Kiai Imam Ghazali Said yang sekarang menjabat Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya.
“Karena itu Gus Ipul dan Gus Yahya harus sama-sama dinonaktifkan,” tegas pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya itu.
Sementara Pondok Pesantren Lirboyo, di Kota Kediri, menyatakan bersedia menjadi tuan rumah pertemuan penting para ulama Nahdlatul Ulama (NU) untuk membahas polemik yang sedang terjadi di dalam internal organisasi PBNU.
Hal itu disampaikan salah satu pengasuh Lirboyo KH Athoillah Anwar melalui Juru Bicara Pesantren Lirboyo KH Oing Abdul Muid atau Gus Muid.
Ia menyebut rencana pertemuan itu sudah direstui oleh dua Pengasuh Utama Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur serta KH Kafabihi Mahrus.
"Inisiatif pertemuan ini telah sepengetahuan dan mendapat restu dari KH Anwar Manshur serta KH Kafabihi Mahrus," kata Gus Muid, Senin (24/11).
Menurut Gus Muid, Lirboyo bersedia menghelat forum apabila pertemuan dihadiri oleh kedua belah pihak yang berkepentingan, sekaligus membuka ruang untuk menghadirkan para kiai sepuh sebagai penuntun suasana dialog agar tetap teduh dan berorientasi pada kemaslahatan NU.
"Sedoyo prihatin dengan kondisi NU sak meniko [semua prihatin dengan kondisi NU yang sedemikian]," ucapnya dikutip CNN.
Pertemuan yang direncanakan ini, kata dia, diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat kembali tali persaudaraan, mengembalikan keteduhan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga maruah Nahdlatul Ulama.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




