Jalan penghubung di Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto yang amblas. (foto: ist)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Jalan penghubung di Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto amblas. Hal ini menyebabkan aktivitas masyarakat yang memanfaatkan jalan tersebut terganggu. Warga sekitar pun terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih panjang.
Amblasnya jalan penghubung tersebut berawal dari pecahnya pipa saluran air yang letaknya di bawah titik jalan penghubung antardesa, karena tidak kuat menampung derasnya debit air akibat hujan lebat selama berminggu-minggu, sehingga jalan penghubung desa di wilayah Kecamatan Jetis terputus total.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
Sampun (52) Warga Desa Mojolebak mengatakan, beton pipa saluran air yang terpendam di bawah tanah sekitar 1,5 meter dari badan jalan juga mengalami kerusakan. Saat ini, jalan penghubung akses bagi warga dan petani yang menghubungkan Desa Mojolebak-Jetis itu ditutup total, garis polisi dan bambu dipasang untuk memberi tanda.

Dia menerangkan, jalan yang menghubungkan Desa Mojolebak dan Desa Jetis, Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto putus dengan lebar sekitar 7 meter dan kedalaman diperkirakan 5 meter. Selain menyebabkan jalan amblas, infrastruktur seperti plengsengan dan gorong-gorong beton yang belum ada satu tahun dibangun itu juga turut rusak.
"Hujan terus menerus, air dari beberapa desa mengarahkan ke sini. Itu menyebabkan pipa jebol, tanah juga gembur. Awalnya sisi sebelah timur yang amblas, tiang listrik itu awalnya saya tahu tiba-tiba amblas ke bawah, kemudian karena hujan lebat beberapa hari ini merembet ke barat. Itu pipa sudah lama, bocor ke samping kiri dan kanan," terangnya, (15/2/2021).
VIDEO TERKAIT
Sementara itu, Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto dengan singkat mengatakan bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari anggotanya di lapangan. "Saya sedang menghitung dan merencanakan penanganannya," ujarnya. (ris/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




