Sabtu, 10 April 2021 21:24

LaNyalla Yakini Kolaborasi Kampus, DPD RI, dan Kadin Akan Wujudkan Indonesia Sejahtera

Rabu, 17 Februari 2021 17:38 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nanang Fachrurrozi
LaNyalla Yakini Kolaborasi Kampus, DPD RI, dan Kadin Akan Wujudkan Indonesia Sejahtera
LaNyalla saat menjadi pembicara utama dalam Airlangga Forum di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (17/2/2021) sore. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meyakini kolaborasi antara kampus, DPD RI, dan Kadin akan mewujudkan welfare state di Indonesia. Hanya saja, diperlukan kerja dan kemauan yang keras semua stakeholder bangsa. Terutama keberpihakan sistem politik di Indonesia.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat menjadi pembicara utama dalam Airlangga Forum di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (17/2/2021) sore. Hadir sebagai narasumber lain, yakni Direktur Sekolah Pascasarjana Unair Prof. Badri Munir Sukoco dan Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto.

Webinar dengan topik "Jalan Baru Menuju Masyarakat Sejahtera" itu merupakan rangkaian dari acara Airlangga Education Expo. Webinar tersebut juga dihadiri langsung Rektor Universitas Airlangga Profesor Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA., dan dipandu oleh Associate Profesor Suparto Wijoyo serta diikuti oleh sejumlah perguruan di beberapa negara dan jaringan radio daerah se-Jatim.

“Persoalannya, apakah negara kita hari ini sudah berpihak kepada pencapaian welfare state? Sementara welfare state juga memiliki syarat adanya keadilan. Dan sebagai contoh ilustrasi saja, bagaimana mungkin keadilan terwujud, jika masih ada segelintir penduduk yang memiliki lebih dari 50 persen aset kekayaan Indonesia,” tanya LaNyalla.

BACA JUGA : 

Tingkatkan Perdagangan dan Kualitas SDM, Kadin Jatim Sinergi dengan NTT

6.000 Bhabinkamtibmas Dikerahkan Tegakkan Prokes di Jatim, Ketua DPD RI Beri Apresiasi

​Dikunjungi Ketua DPD RI, Bupati Pamekasan Paparkan Kesuksesan Lima Program Prioritas

Kapolda Jatim Terima Kunker dan Silaturahim Ketua DPD RI

“Persoalannya, apakah negara kita hari ini sudah berpihak kepada pencapaian welfare state? Sementara welfare state juga memiliki syarat adanya keadilan. Dan sebagai contoh ilustrasi saja, bagaimana mungkin keadilan terwujud, jika masih ada segelintir penduduk yang memiliki lebih dari 50 persen aset kekayaan Indonesia,” tanya LaNyalla.

Maka, lanjutnya, kolaborasi antara kampus, DPD RI, dan Kadin akan menjadi salah satu peluang untuk mewujudkan hal tersebut. Kampus harus senantiasa tanpa lelah untuk terus memberikan catatan kritis dan kontribusi pemikiran untuk perbaikan sistem politik Indonesia ke depan.

“Pisau analisis kampus harus tetap tajam. Budaya kritis kampus juga harus tetap dijaga. Budaya mahasiswa aktivis juga harus terus dipertahankan. Kita tidak boleh apatis terhadap politik. Kita harus peduli dan selalu update dengan isu-isu politik dan kebangsaan terkini. Sebab, politik itu bagaikan udara. Suka atau tidak suka, kita tetap membutuhkan politik dalam keseharian kita. Karena, semua instrumen kehidupan kita ditentukan oleh keputusan politik,” urainya.

Oleh karena itu, tegas senator asal Jatim tersebut, sudah saatnya kampus mengambil tanggung jawab dan peran positif dalam berkontribusi terhadap perbaikan sistem politik di Indonesia maupun di daerah. Sebab, jalan baru menuju masyarakat sejahtera sangat membutuhkan kontribusi pemikiran dari kampus terhadap perbaikan sistem politik di Indonesia.

Sementara DPD RI sebagai wakil daerah yang memang memiliki fungsi legislasi, akan terus berkontribusi terhadap kepentingan daerah secara langsung. Baik itu otonomi daerah maupun pengawasan pelaksanaan undang-undang di daerah.

“Oleh karena itu, DPD RI saat ini fokus dengan slogan yang telah kami canangkan, yaitu Dari Daerah untuk Indonesia. Semua senator harus fokus sebagai wakil daerah. Melihat dan menelaah persoalan yang ada di daerah, untuk kita bawa ke pusat, agar mendapat perhatian dan solusi,” tegasnya.

Karena bagi DPD RI, konsep ‘Pembangunan Indonesia Sentris’ yang digagas Presiden Joko Widodo sudah tepat. Pembangunan Indonesia tidak boleh lagi hanya ‘Jawa Sentris’. Tetapi harus ‘Indonesia Sentris’. Hanya perlu penajaman dan dikawal prosesnya, sehingga benar-benar sesuai dengan gagasan ideal tersebut.

Bagi DPD, daerah harus menjadi kekuatan ekonomi. Karena wajah Indonesia haruslah diukur dari wajah 34 provinsi yang ada sekarang. Begitu pula kota dan kabupaten harus menjadi kekuatan ekonomi, untuk mengukur wajah provinsi. Sampai ke yang paling bawah. Desa juga harus menjadi kekuatan ekonomi.

Oleh karenanya, di Program Legislasi Nasional tahun ini, DPD RI fokus memasukkan dua rancangan undang-undang, yakni RUU Daerah Kepulauan dan RUU Badan Usaha Milik Desa. Begitu pula RUU BUMDes, diharapkan akan dapat menambah manfaat dari dana desa yang telah digulirkan pemerintah ke desa, sehingga bernilai tambah dan menjadi faktor pengungkit ekonomi.

Sementara terhadap Kadin, LaNyalla meyakini Kadin masih menjadi tempat berkumpulnya pengusaha ‘merah-putih’ yang masih memiliki semangat nasionalisme. “Makanya, dikenal juga istilah di Kadin, pengusaha pejuang dan pejuang pengusaha. Jadi sudah seharusnya Kadin ikut memikirkan jalan baru menuju masyarakat sejahtera ini,” tukasnya. (nf/zar)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Senin, 05 April 2021 10:05 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com.com - Gua Jegles, begitu nama gua yang masih dalam pembenahan itu sering disebut. Gua yang terletak di Dusun Jegles, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri tersebut saat ini memang sedang viral di media sosial (medso...
Sabtu, 10 April 2021 05:43 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Kapal super raksasa Ever Given ternyata masih ditahan pemerintah Mesir. Kapal milik perusahaan Jepang itu dimintai ganti rugi Rp14 triliun setelah sempat menyumbat Terusan Suez.Loh? Silakan simak tulisan Dahlan Iskan ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...