Minggu, 01 Agustus 2021 03:44

​Polisi Pastikan Pelaku Pembunuhan Juragan Toko di Blitar Hanya Satu Orang

Senin, 01 Maret 2021 16:00 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
​Polisi Pastikan Pelaku Pembunuhan Juragan Toko di Blitar Hanya Satu Orang
Petugas saat melakukan olah TKP. (foto: ist)

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Polisi mengungkap fakta baru tewasnya Bisri Efendi (71), juragan toko di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Polisi memeriksa 16 CCTV yang terpasang di dalam toko korban. Dari 16 CCTV yang dianalisis, diduga kuat pelaku hanya 1 orang.

"Dari semua rekaman video CCTV yang diperiksa hanya terlihat satu orang yang sama," ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donni Kristian Bara'langi, Senin (1/3/2021).

Donni menjelaskan, seseorang yang diduga pelaku memiliki ciri-ciri menggunakan jaket jenis hoodie atau jaket dengan penutup kepala. Menggunakan masker serta menggunakan celana pendek. Selain itu, pelaku juga sempat menutup 4 titik CCTV dengan aluminium foil. Hal ini diduga sengaja dilakukan pelaku agar aksi kejahatannya tidak terlihat dari kamera CCTV. "Kami masih terus berupaya mengungkap pelaku pembunuhan tersebut," tegas Donni.

BACA JUGA: Hasil Autopsi, Bos Toko di Blitar Tewas Akibat Benturan Keras Benda Tumpul di Kepala

Diberitakan sebelumnya, Bisri Efendi, Pemilik Toko Pak Bisri ditemukan tewas bersimbah darah dengan tangan dan kaki terikat serta kepala tertutup sarung, Sabtu (27/2/2021) lalu.

BACA JUGA : 

Stok Menipis, Wabup Blitar Minta Tambahan Vaksin Melalui Ketua DPD RI

Dua Kapolres di Surabaya Dimutasi Bersamaan

84 Tahanan Polres Blitar Divaksin Covid-19

Fakta Baru Jasad Gadis ABG Bertato di Blitar, Sempat Pesta Miras Sebelum Ditemukan Tewas

Dia ditemukan pertama kali oleh karyawan toko sekitar pukul 07.00 WIB di dalam toko miliknya. Saat tiba di toko, karyawan tersebut melihat kondisi toko sudah dalam kondisi terbuka. Saat dilihat ke dalam, pemilik sudah tergeletak di lantai bersimbah darah.

Hasil autopsi sementara yang dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Kediri terhadap Bisri menerangkan bahwa korban mengalami pendarahan bagian kepala akibat kekerasan benda tumpul. Kekerasan benda tumpul pada kepala itu mengakibatkan patah tulang dasar tengkorak, dan inilah yang menyebabkan pendarahan otak sehingga korban meninggal dunia.

Selain itu, hasil pemeriksaan luar juga menemukan luka memar pada dahi, pelipis kanan, telinga kiri, leher kiri hingga leher belakang, daun telinga kiri, perut sisi kiri, jari pertama dan ketiga tangan kiri serta punggung atas. Semua luka itu akibat kekerasan benda tumpul. (ina/zar)


VIDEO LAINNYA.

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...