Senin, 10 Mei 2021 01:52

​Putus Praktik Korup Politikus, RR Usulkan Parpol Dibiayai Negara

Rabu, 10 Maret 2021 16:45 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
​Putus Praktik Korup Politikus, RR Usulkan Parpol Dibiayai Negara
Dr. Rizal Ramli, Ekonom Senior. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Politik biaya tinggi dan transaksional seperti mahar politik berpotensi besar membuat politikus terlibat korupsi. Untuk memutus praktik tersebut, Rizal Ramli membuat terobosan dengan wacana parpol dibiayai negara.

"Kalau demokratis di tengah kapitalisme politik, bagaimana nasib aktivis yang tidak kuat secara ekonomi tapi punya ideologi yang kuat? Tentu mereka akan tersisih dari persaingan," tutur ekonom senior yang akrab disapa RR itu.

Menurutnya, pembiayaan parpol oleh negara bukan suatu hal yang mustahil. Sebab, hal itu sudah berlangsung di negara seperti Australia dan Selandia Baru.

"Saya sudah hitung, hanya perlu budget Rp30 triliun per tahun. Jadi tidak perlu bandar atau cukong terlibat politik. Dengan begitu, legislatif dan eksekutif mengabdi untuk rakyat, bukan kepada cukong," ujar Rizal Ramli, Rabu (10/3/2021).

BACA JUGA : 

Survei SMRC Mengejutkan! 11% Takut Laksanakan Ajaran Agama, 39% Takut Bicara Politik

Rizal Ramli Beri Tips Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Lewat 'OKE Gelora', Partai Gelora Optimis Indonesia Jadi Lima Besar Dunia

Anak Yatim di Surabaya Kirim Doa untuk Kesembuhan Gubernur Khofifah

Penasihat Forkom Jurnalis Nahdliyin Jatim ini mengungkapkan, dampak positif pembiayaan partai oleh negara sudah terbukti. Sejumlah negara Eropa, terutama area Skandinavia rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan sosial, pendidikan, dan ekonomi, serta indeks kebahagiaan yang tinggi. Bahkan, lebih tinggi dari Amerika yang pembiayaan politiknya menganut sistem bandar.

"Kita mencontoh sistem bandar ala Amerika, tetapi tidak ada 'law enforcement' dan lembek terhadap korupsi. Amerika ada 'rule of law' dan hukum berat pelaku korupsi. Kita nyontek sistem bandar, tanpa 'rule of law' dan lembek terhadap koruptor. Hasilnya ambyar dan amburadul. Rakyat dibuat miskin secara struktural," kritik Mantan Penasihat Panel Ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tersebut.

Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur yang di Jatim dikenal dengan sapaan Gus Romli itu menambahkan, saat ini sejatinya ada biaya politik yang dikeluarkan oleh negara. Tapi skalanya masih kecil, hanya untuk kebutuhan alat peraga kampanye (APK) dan iklan politik serta dana banpol. Namun anggaran yang "hilang" di tingkat DPR, DPRD 1 dan 2 sangat besar. Sebaliknya yang masuk kas partai hanya sebagian kecil. Sementara sisanya masuk kantong-kantong pribadi.

"Jangan tanggung-tanggung, sekalian saja partai politik dibiayai negara. Agar pemimpin yang terpilih berkualitas, bukan pemimpin KW2-KW3 dan banyak yang korup. Terbukti ratusan politikus ketangkap KPK. Mari kita ubah demokrasi kriminal menjadi demokrasi bersih dan amanah dengan cara hapuskan threshold," pungkas Aktivis Mahasiswa '77-78 itu. (mdr/zar)

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...