Kamis, 13 Mei 2021 10:40

Tinjau Gempa di Blitar, Khofifah Minta Percepatan Validasi Data Warga Terdampak

Rabu, 14 April 2021 16:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Tinjau Gempa di Blitar, Khofifah Minta Percepatan Validasi Data Warga Terdampak
Khofifah saat meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten dan Kota Blitar, Rabu (14/4/2021).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong semua pihak untuk bersinergi melakukan percepatan penanganan dampak gempa bumi. Utamanya dalam hal validasi data tingkat kerusakan.

Dia mengatakan, hal ini perlu cepat dilakukan untuk pengajuan stimulan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sesuai arahan Kepala BNPB, jika kategori rusaknya ringan akan mendapatkan stimulan sebesar Rp 10 juta. Sedangkan kategori rusak sedang sebesar Rp 25 juta, dan kategori rusak berat sebesar Rp 50 juta. Sementara untuk pembenahan fasilitas umum dan fasilitas sosial akan ditangani oleh PUPR.

"Sekarang diharapkan percepatan validasinya selama seminggu ini, apa kategori kerusakannya. Supaya kalau kita ajukan ke BNPB sekali sudah final, tidak mondar-mandir. Saya berharap ini disegerakan di tiga kabupaten. Di antaranya Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Blitar yang terdampak cukup signifikan," ujar Khofifah saat meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten dan Kota Blitar, Rabu (14/4/2021).

BACA JUGA : 

Tingkatkan Kualifikasi Akademik Guru Diniyah, Pemprov Jatim Berikan 510 Beasiswa Senilai Rp15 M

Pemprov Jatim Beri Santunan 2.137 Keluarga Korban Meninggal Akibat Covid-19

Beri Perhatian Wong Cilik, Gubernur Khofifah Berbagi 200 Paket Sembako

PKH Mojokerto Salurkan Donasi Senilai Rp70 Juta Untuk Korban Gempa Bumi di Lumajang

Dia berharap, pemerintah daerah terdampak hingga di level desa dan kelurahan dapat mengidentifikasi kategori kerusakan bangunan yang terjadi di wilayahnya, baik perumahan warga, gedung fasilitas umum, dan gedung fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial.

"Dan itu harus ditulis dan tercatat di Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW), dan Balai Desa. Agar siapa saja warga yang mengalami kerugian materiil kerusakan bangunan akibat bencana alam dapat mengonfirmasi datanya," tegasnya.

Tak hanya itu, untuk mempercepat perbaikan bangunan yang rusak, Khofifah menjelaskan bahwa BNPB akan berkolaborasi dengan TNI-Polri untuk membantu proses percepatan recovery. Namun, pengerahan bantuan TNI-Polri hanya untuk bangunan yang mengalami kerusakan berat saja. Sementara untuk kerusakan sedang dan ringan, pihaknya menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan perbaikan bangunan secara swakelola.

"Untuk rusak ringan dan sedang ini diperbaiki secara swakelola supaya lebih cepat. Untuk rusak berat sudah dikoordinasikan dengan Pangdam dan Kapolda untuk memastikan SDM yang membantu percepatan pembangunan rumah yang terdampak," ujar Khofifah.

Di Kabupaten Blitar ada dua titik yang ditinjau Khofifah. Titik pertama adalah dua rumah milik warga Desa Tepas, Kecamatan Kesamben. Dua rumah itu adalah milik Darmo (81) dan rumah Makroni (55), yang keduanya masuk kategori rusak berat.

Usai dari Kesamben, Khofifah langsung bertolak ke kantor DPRD Kabupaten Blitar yang juga terdampak gempa bumi yang berpusat di perairan selatan Kabupaten Malang tersebut. Terakhir lokasi terdampak gempa bumi yang didatangi Khofifah adalah ruang paviliun Cempaka di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Data bangunan rumah dan fasilitas umum yang rusak di Kabupaten Blitar akibat gempa bermagnitudo 6,1 berdasarkan update terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar sebanyak 924 unit. Dari jumlah tersebut kerusakan terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kanigoro. Jumlah bangunan yang rusak di ibu kota Kabupaten Blitar itu mencapai, 220 unit. Disusul di Kecamatan Binangun 125 unit, kemudian di Kecamatan Talun 115 unit.

Untuk rumah warga, total yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 516 unit. Kemudian yang rusak sedang 285 unit, dan rusak parah 31 unit. Sedangkan untuk fasilitas umum 60 unit mengalami kerusakan ringan, 29 unit rusak sedang, dan 3 unit masuk kategori rusak parah. (ina/rev)

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 13 Mei 2021 08:15 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tulisan Dahlan Iskan tentang Revolusi Energi edisi 2 ini menarik dinikmati pada Hari Raya Idul Fitri. Memang tergolong berat dan berbobot. Tapi mudah dicerna. Apalagi ditulis secara "sederhana" dalam bentuk pointer-pointer ...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...