Jumat, 25 Juni 2021 05:12

Ditinggal Tarawih, Rumah Warga Padas Ngawi Hangus Terbakar

Minggu, 18 April 2021 20:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Ditinggal Tarawih, Rumah Warga Padas Ngawi Hangus Terbakar
Kebakaran rumah Subandi pada Sabtu (17/4) malam.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Peringatan bagi warga yang akan berangkat menjalankan ibadah Salat Tarawih, sebaiknya mengecek dahulu keadaan rumah. Jika tidak ingin seperti yang dialami Subandi, warga Dusun Ngepeh, Desa Bendi, Kecamatan Padas, Ngawi.

Tanpa ada firasat apapun sebelumnya, usai berbuka Subandi langsung berangkat ke masjid yang tidak jauh dari rumahnya untuk menjalankan Salat Tarawih, Sabtu (17/04) sekitar pukul 18.45 WIB.

Lalu sekitar pukul 19.00 WIB, tetangga korban melihat ada kobaran api di rumah Subandi.

"Awalnya rumah ditinggal kosong karena Salat Tarawih bersama keluarga ke masjid," jelas Kapolsek Padas AKP Juwahir.

BACA JUGA : 

Cegah dan Putus Penyebaran Covid-19, TNI-Polri di Ngawi Sosialisasi Prokes di Pasar Tradisional

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Tingkat Kecamatan, Bupati Ngawi Beri Reward Polsek-Polsek

Muncul Klaster Tarawih di Banyuwangi, Puluhan Warga Ringintelu Positif Covid-19, 6 Meninggal

Tarawih Cepat dan Keseruan Aktivitas Ramadan di Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan

Tetangga korban berusaha memanggil-manggil pemilik rumah yang ternyata kosong, karena para penghuni sedang Salat Tarawih. Setelah diberitahu bahwa pemilik rumah sedang berada di masjid, seketika Subandi dikabari bahwa rumahnya terbakar.

Setelah Subandi sampai di rumah, ternyata bagian belakang rumah dan kandang sapi miliknya telah terbakar habis.

Warga sekitar bersama petugas kepolisian yang datang setelah menerima laporan sempat saling membantu memadamkan api dengan alat seadanya.

Api baru bisa dipadamkan saat pemadam kebakaran tiba di lokasi, satu jam kemudian.

Diduga, api berasal dari kandang sapi yang akhirnya merembet ke rumah bagian belakang.

Akibat dari kejadian tersebut, korban diperkirakan menderita kerugian sekitar Rp 50 juta. "Kerugian korban sekitar Rp 50 juta. Kalau korban jiwa tidak ada," ungkap AKP Juwahir. (nal/ian)

Hidroponik, Budi Daya Menanam Favorit Petani Millenial
Jumat, 25 Juni 2021 00:23 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengenal Pertanian Hidroponik, Hidroponik, Budi Daya Menanam Favorit Petani Millenial. Dalam Bayangan Banyak Orang, Menjadi Petani Pastilah Kotor-Kotoran, Dan Pekerjaan Yang Melelahkan. Belum Lagi Repotnya Membasmi Sera...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Kamis, 24 Juni 2021 07:56 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sejak Covid-19 melonjak lagi secara drastis, penanganan Covid-19 tampak kewalahan. Vaksinasi belum maksimal. Alternatif lain belum mendapat izin. Bahkan konvalesen kini jadi barang langka.Benarkah? Silakan simak tuli...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...