Minggu, 13 Juni 2021 14:39

Dua Kali Mangkir, Terpidana Kasus Korupsi Kambing Etawa Segera Dieksekusi Kejari Bangkalan

Selasa, 20 April 2021 13:11 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Ahmad Fauzi
Dua Kali Mangkir, Terpidana Kasus Korupsi Kambing Etawa Segera Dieksekusi Kejari Bangkalan
Mantan Kepala Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (DPMD) Bangkalan Mulyanto Dahlan dan Mantan Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin saat memasuki Kejaksaan Negeri Bangkalan beberapa waktu lalu. (foto: ist)

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kejaksaan Negeri Bangkalan telah dua kali melakukan pemanggilan terhadap dua terpidana kasus korupsi kambing etawa, yakni Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan Mulyanto Dahlan, dan Mantan Kepala BPKAD Bangkalan Syamsul Arifin. Namun, keduanya mangkir dari dua pemanggilan tersebut.

"Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin dua kali pemanggilan dua kali mangkir, hingga kini belum dieksekusi atau dijebloskan ke penjara," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan Chandra Saptaji, Senin (19/4/2021) kemarin.

Kajari Bangkalan mengungkapkan, alasan Mulyanto Dahlan dan Syamsul Arifin mengkir dari panggilan, karena mereka berdalih belum menerima salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung. "Kami sudah melakukan dua kali pemanggilan terhadap terpidana. Namun, mereka memberikan jawaban untuk meminta penundaan eksekusi," ujarnya.

Menurut Candra, sebenarnya sudah tidak ada lagi penundaan eksekusi terhadap kedua terpidana. Hal ini dikarenakan putusan sudah inkrah dan memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga harus segera dilakukan eksekusi.

BACA JUGA : 

Sampaikan Pesan Ulama Madura, Syafiuddin Minta Kemen-PUPR Tak Kurangi Jatah Bantuan untuk Ponpes

Kurangi Tekanan di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, ​Menkes Siap Kirim Bantuan Nakes

Tinjau Langsung Kondisi Arosbaya, Kapolda Jatim Minta Masyarakat Tak Takut Isolasi dan Tes PCR

Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, Pemkab Bangkalan Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

"Kalau mereka mau mengajukan penundaan dipersilakan. Tapi kami sebagai eksekutor akan tetap melaksanakan putusan," tegasnya.

Apalagi, diakui Candra, status keduanya bukan lagi terdakwa namun terpidana, sehingga sebagai warga negara yang baik, dirinya meminta keduanya untuk menerima putusan dan menjalani hukuman.

"Sebagai eksekutor kami akan melakukan kewajiban untuk melakukan eksekusi. Suka tidak suka, cepat atau lambat pasti akan kami eksekusi, karena putusannya sudah inkrah," pungkasnya. (uzi/zar)

Puluhan Buruh Bengkel Mobil di Pasuruan Demo Tuntut THR Dicairkan
Senin, 07 Juni 2021 21:14 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah buruh bengkel mobil PT Livia Mandiri Sejati atau LMS di Kabupaten Pasuruan melakukan aksi unjuk rasa, Senin (76) pagi tadi. Mereka menuntut uang tunjangan hari raya atau THR segera dicairkan, karena hin...
Minggu, 13 Juni 2021 08:00 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com-Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri, Nur Hafid, SPt, MM, mengatakan, pihaknya sangat mendukung dan memfasilitasi kontes betta atau ikan cupang yang akan digelar di Convention Hall SLG.Menurut dia, kontes tersebut jug...
Minggu, 13 Juni 2021 06:18 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Muncul ledakan baru Covid-19 di Indonesia. Yaitu di Kudus Jateng dan Arosbaya Bangkalan Madura. Yang terakhir kasus anggota DPRD Kota Surabaya. Sebanyak 9 “wakil rakyat” tertular Covid-19. Padahal mereka sudah divaksin....
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...