Suryono Pane menjelaskan, kliennya memang diterpa masalah, lantaran bapak dari anak tersebut tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Nur Bintang Ariva Fitriana. Karena itu, ibu dari kliennya berinisiatif menghubungi Siti Nurhayati agar mencarikan orang yang mau mengadopsi si bayi. Sayangnya, hal ini tidak diketahui oleh sang ibu bayi, yakni Nur Bintang Ariva Fitriana.
Singkat cerita, tanggal 30 September 2020, Siti Nurhayati menjemput Nurjanah, Nur Bintang Ariva Fitriana, dan si jabang bayi di rumah sakit. Mereka kemudian dibawa dari rumah sakit ke arah Mojokerto. Tapi, sampai di Carat, Kecamatan Gempol, Nur Bintang Ariva diturunkan di Indomaret.
Sementara, anaknya dan Nurjanah, ibunya, dibawa ke Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Mereka dibawa ke rumah LM, keluarga yang hendak mengadopsi si bayi.
"Oleh pihak bu kades (Siti Nurhayati, red), ibu dari klien kami disodori kertas kosong. Ia (Nurjanah) juga diminta menulis nama lengkap dan alamatnya, kemudian diberi Rp 2 juta. Meski sempat ditolak, tapi akhirnya diterima dengan alasan untuk mengganti biaya perawatan di rumah sakit," jelas Suryono Pane.










