Senin, 14 Juni 2021 09:16

Kasus Ledakan Mercon yang Menewaskan Satu Orang di Kediri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Kamis, 13 Mei 2021 15:55 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Kasus Ledakan Mercon yang Menewaskan Satu Orang di Kediri, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Kondisi rumah orang tua Muhammad Nadhif yang hancur terkena ledakan petasan. Muhammad Nadhif sendiri ikut tewas dalam peristiwa tersebut. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Polres Kediri menetapkan satu tersangka dalam kasus meledaknya petasan yang menewaskan Muhammad Nasdhif, Rabu (22/5) malam kemarin, di Dusun Sumberjo Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Satu tersangka tersebut adalah seorang mahasiswa bernama Wildan Zamani (24) warga Dusun Sumberjo Desa Tanjung, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Admadha Putra, Kamis (13/5/2021). Menurutnya, petugas Resmob Satreskrim Polres Kediri sebelumnya mengamankan tiga orang pasca ledakan tersebut. Selain Wildan Zamani, adalah Ahmad Junaidi dan Yunus.

"Berdasarkan keterangan ketiga orang ini, diketahui bahwa saudara Wildan diajak korban untuk membuat petasan dengan membeli bahan berupa bubuk alumunium, asam sulfat, dan potasium. Yunus dan Ahmad Junaidi sebagai saksi," tutur kasatreskrim.

BACA JUGA : 

Ditinggal Ayahnya Ambil Tas di Mobil, Bocah Empat Tahun Tewas di Kolam Renang Hotel

Dari Usaha Laundry ke Hand Soap, Pemkot Kediri Dampingi Nida Ikuti UKM Berprestasi Jatim

Jadi Pusat Budi Daya Ikan Cupang, Hasilkan Rp 49,6 M, Kediri Bakal Gelar Kontes Betta

Awalnya Hobi, Kini Bisnis Ikan Cupang Andik Beromzet Rp 80 Juta

Lanjut Iptu Rizkika, bahwa peran Ahmad Junaidi dan Yunus hanya sebatas iuran. Wildan mengajak keduanya patungan membeli bahan-bahan petasan. Namun tak sempat menyerahkan uang, petasan yang sedang diracik itu keburu meledak.

"Berdasarkan keterangan dari Wildan, dirinya dan korban membuat petasan belajar dari YouTube," terangnya.

(Tersangka Wildan Zamani)

Selain menetapkan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 plastik berisi bubuk alumunium/brown powder seberat 1/2 kg, 2 plastik berisi asam sulfat/belerang seberat 1,5 kg, 1 bak plastik, dan 1 plastik berisi bubuk petasan jadi dengan berat 1/2 kg.

Turut diamankan plastik bekas bubuk petasan jadi, plastik untuk mencampur bahan mentah, plastik tempat potasium, alas penggulung kertas dari bambu, balok kayu sebagai alas menggulung kertas, dan kertas untuk bahan dasar selongsong petasan.

"Tersangka kita kenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan sengaja menyimpan senjata api, amunisi, dan bahan peledak. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara," pungkasnya. (uji/rev)

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...