MUI Jatim Ajak MUI Daerah Seriusi Persoalan Ekonomi

MUI Jatim Ajak MUI Daerah Seriusi Persoalan Ekonomi Pertemuan KPEU MUI Jatim dengan MUI empat kabupaten di Madura, di Pamekasan, Jumat (21/5/2021) malam. foto: istimewa

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur makin serius dalam upaya turut serta menggerakkan roda peran umat di Jawa Timur. Setelah melakukan survei ketahanan pangan di empat kabupaten di wilayah Mataraman menjelang lebaran yang lalu, kali ini ganti menyasar ke pulau Madura.

Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) bertemu dengan para pengurus MUI empat kabupaten di pulau garam tersebut, di Kantor Bakorwil Pamekasan, pada Jumat (21/5/2021) sore dan malam.

Rombongan KPEU dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Wahid (Gus Hamid) selaku wakil ketua didampingi Ning Fathin Fadhilah Hasib selaku sekretaris. Di Bakorwil, rombongan disambut oleh Kabid Kemasyarakatan Firmansyah. Selain bertemu dengan para pengurus MUI Korwil Madura, juga turut hadir para pegiat Industri Kecil Menengah (IKM) di Pamekasan.

Dalam kesempatan tersebut, mengajak kepada jajaran MUI daerah untuk menyeriusi persoalan umat. Persoalan-pesoalan di tengah masyarakat yang biasanya berkisar pada kemasan, standar kesehatan dan kehalalan, serta penjualan produk olahan, harus segera dicarikan solusinya.

“Kita sambut arus baru dengan semangat dan penuh harapan,” kata Gus Hamid, dalam rilis yang diterima BANGSAONLINE.com, Sabtu (22/5/2021).

Di akhir penyampaian, Gus Hamid mengajak MUI daerah untuk membentuk komisi pemberdayaan umat dan menduplikasi serta bersinergi dengan program KPEU .

Gus Hamid juga meminta agar MUI daerah segera membentuk badan usaha secara legal. Paling mudah adalah koperasi. Nanti bila diperlukan penanganan lebih besar, koperasi tersebut dapat mendirikan unit usaha berupa PT atau yang lainnya.

Tak hanya mengajak berwacana, KPEU juga memberikan panduan teknis secara langsung. Tanya jawab dengan MUI daerah dapat dijawab langsung oleh para ahlinya, sebab dalam rombongan tersebut turut serta Koordinator Bidang Pengembangan Pondok Pesantren OPOP (One Pesantren One Product) yang menjadi program Gubernur Jawa Timur.

Turut juga Ketua Forum IKM (Industri Kecil Menengah) Jawa Timur, Manajer Divisi Syariah Bank Jatim, dan Ketua Puskopssim Jawa Timur dan lainnya. Usai pertemuan, para pengurus MUI daerah dan IKM daerah yang turut hadir tampak bersemangat menyambut ajakan KPEU MUI Jawa Timur tersebut. (sta/ns)