Data ini, kata dia, menjadi peluang ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan warga Jember, di mana Kabupaten Jember termasuk daerah penghasil kopi terbaik di Indonesia.
Menurut Hendy bahwa Kabupaten Jember memiliki potensi untuk ditanami bermacam jenis tanaman pangan dan hortikultura maupun perkebunan, termasuk kopi dan kakao. Sebab, topografi Jember yang terdiri dari dataran rendah hingga dataran tinggi.
“Sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga dunia, setelah Brazil dan Vietnam, Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 768 ribu ton atau 6,6 persen dari produksi kopi dunia pada tahun 2012. Dari data tersebut, untuk kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton dan produksi kopi arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton,” jelas Hendy dalam pemaparannya.
Namun, masih kata Hendy, da beberapa permasalahan dalam perkembangan ekonomi kopi di Jember, yaitu rendahnya pengetahuan petani dalam budi daya kopi yang baik. "Sekaligus proses panen dan pasca panen juga belum mengacu pada good manufacturing practice, sehingga belum bisa memberikan jaminan kualitas dan kuantitas yang berkelanjutan,” bebernya.










