Pemkot Pasuruan, P3GI, dan PII Rakor Bahas Rencana Pembangunan Kawasan Wisata Terintegrasi

Pemkot Pasuruan, P3GI, dan PII Rakor Bahas Rencana Pembangunan Kawasan Wisata Terintegrasi Gus Ipul didampingi Kepala Perangkat Daerah Kota pasuruan menggelar rakor dengan perwakilan Direktur P3GI dan PII, Rabu (11/8).

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) didampingi Kepala Perangkat Daerah Kota Pasuruan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan perwakilan Direktur P3GI dan perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rabu (11/8).

Rakor itu membahas kerja sama antara Pemerintah Kota Pasuruan dengan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) yang akan membangun kawasan wisata terintegrasi. Lokasi wisata edukasi, kawasan sejarah, dan wisata religi yang akan menjadi satu kesatuan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Gagasan itu disampaikan Gus Ipul untuk menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Berdasarkan riset yang telah dilakukan, Kota Pasuruan memiliki potensi yang besar, salah satunya di bidang industri logam dan mebel.

Di samping itu, Kota Pasuruan juga memiliki potensi kota wisata, sehingga ke depannya diharapkan dapat berkembang menjadi kota wisata terintegrasi yang memadukan Wisata Religi, Wisata Heritage, Wisata Pelabuhan, dan Wisata Edukasi yang menjadi satu kesatuan.

Kawasan wisata terintegrasi akan menghubungkan Makam Kiai Hamid, Masjid Agung, Alun-alun, Gedung P3GI, dan Pelabuhan Tanjung Tembikar yang akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi yang dapat menarik wisatawan.

Terkait hal itu, perwakilan PII, Setiyono menyampaikan bahwa nantinya wisata terintegrasi yang dibangun di Kota Pasuruan akan dibangun dengan menggabungkan masa lalu, masa kini dan masa depan dengan mengutamakan cagar budaya. Dengan masa lampau yang diibaratkan wisata heritage, masa kini dengan saat ini adalah wisata transisi, dan masa depan yang merupakan wisata religi.

Setiyono juga menyampaikan cell plan wisata masa depan merupakan wisata religi dengan menghadirkan suasana kota Mekkah secara utuh. Intinya, ritual haji maupun umrah dengan menampilkan Terowongan Mina dan Jabal Rahma, masa kini menampilkan simbol-simbol dan asal-usul Kota Pasuruan. Kemudian masa lalu menampilkan wisata edukasi heritage yang menampilkan sejarah Kota Pasuruan. (ard/par/ian)