Wali Kota Pasuruan Ajak IDI Bersinergi Tekan Stunting dan Tingkatkan Layanan Kesehatan

Wali Kota Pasuruan Ajak IDI Bersinergi Tekan Stunting dan Tingkatkan Layanan Kesehatan Wali Kota Pasuruan saat memberi sambutan.

KOTA PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, mengajak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Pasuruan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya menekan angka stunting, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus IDI Cabang Kota Pasuruan periode 2026-2028 yang dirangkai dengan seminar ilmiah bertajuk 'Komplikasi Kehamilan, Kesehatan Uroginekologi dan Tumbuh Kembang: Ibu Sehat, Anak Kuat, Siap Menyongsong Generasi Emas Indonesia'. Dalam kesempatan itu, Adi didampingi wakilnya, M. Nawawi.

Pelantikan menetapkan dr. Rahmat Sakur sebagai Ketua IDI Cabang Kota Pasuruan periode 2026-2028 bersama jajaran pengurus baru. Mereka diharapkan mampu membawa organisasi semakin profesional, adaptif, dan responsif terhadap tantangan pelayanan kesehatan.

Adi menegaskan penanganan stunting masih menjadi prioritas pembangunan kesehatan di Kota Pasuruan. 

“Harapannya, IDI dapat membantu dan bersama-sama memberikan solusi serta edukasi kepada masyarakat agar semakin peduli terhadap pencegahan stunting,” ujarnya.

Ia turut menyoroti perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan. 

“Pelayanan kesehatan harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Masyarakat ingin layanan yang cepat, mudah diakses, dan tetap berkualitas. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita semua untuk terus berinovasi,” sambungnya.

Selain itu, Adi mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin melek hukum sehingga tenaga medis perlu mendapat perlindungan. 

“Saya berharap IDI dapat menjadi organisasi yang hadir memberikan pendampingan dan perlindungan kepada dokter apabila menghadapi persoalan hukum, sehingga para tenaga medis dapat bekerja dengan tenang dan profesional,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Adi juga meminta IDI aktif memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah pampers bayi. 

“Ini berdampak pada pencemaran lingkungan dan memperparah persoalan sampah di sungai. Edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar pola pikir yang keliru ini bisa diluruskan,” ucapnya.

Melalui kepengurusan baru di bawah dr. Rahmat Sakur, IDI Cabang Kota Pasuruan diharapkan semakin solid dalam meningkatkan kompetensi dokter, memperkuat etika profesi, serta memperluas kontribusi nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan seminar ilmiah yang membahas isu strategis terkait komplikasi kehamilan, kesehatan uroginekologi, serta tumbuh kembang anak sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia. (par/mar)