Pemprov Jatim Gelar ASN Achievement Awards 2021, 5 Kabupaten/Kota Masuk Nominator

Pemprov Jatim Gelar ASN Achievement Awards 2021, 5 Kabupaten/Kota Masuk Nominator

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelar Aparatur Sipil Negara (ASN) Achievement Awards bagi pemerintah kabupaten/kota se-Jatim Tahun 2021. Ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur yang bertema 'Jatim Bangkit'.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jatim kepada kabupaten/kota, baik kepala daerah maupun lembaga instansi perangkat daerah, yang serius mengembangkan kompetensi ASN di wilayahnya masing-masing.

“Kami memberikan apresiasi kepada kepala daerah dan instansi terkait dalam pengembangan SDM ASN. Perhatian yang serius para kepala daerah akan menjadikan semangat bagi para ASN untuk terus berbakti bagi daerahnya agar lebih maju dan sejahtera rakyatnya,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Rabu (6/10).

Ia memaparkan, keseriusan terhadap pengembangan ASN ini merupakan hal yang penting. Sebab, ASN adalah pelayan masyarakat, mereka harus memiliki kualitas dan ilmu, serta wawasan yang lebih dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ASN hari ini diharapkan bekerja melebihi tugas dan tanggung jawab. Maka, ASN bekerja tidak hanya dalam jam kerja saja, quick response. Membutuhkan kita anytime, harus siap memberikan layanan kepada masyarakat. Hal-hal seperti ini yang diharus diberikan pemahaman kepada para ASN baik di tingkat provinsi, kabupaten maupun kota. Dalam akronim yang dikembangkan Pemprov yang dikenal CETTAR yaitu cepat, efektif- efisien, tanggap, transparan, akuntabel dan responsif,” paparnya.

Menurut Khofifah, ASN harus profesional dan cakap dalam melayani. Prinsip Cettar harus dimiliki, terutama sesuai dengan tagline dari Presiden yaitu ASN berAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), ASN bangga melayani bangsa.

“Di tangan para ASN, rakyat akan semakin diperhatikan dan terlayani dengan baik dan cepat, sehingga prinsip ASN sebagai pamong akan terwujud di tengah masyarakat. Maka pengembangan kompetensi harus dapat diberikan seluas-luasnya agar mereka mendapatkan wawasan yang cukup dalam melaksanakan tugas pengabdiannya,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, mantan menteri sosial itu berharap bahwa kegiatan ini dapat berlanjut di tahun-tahun selanjutnya dan menjadi agenda rutin pemprov melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim.

“Nantinya akan berdampak terhadap kesungguhan pemerintah daerah kabupaten/kota untuk terus meningkatkan kualitas para ASN-nya melalui pengembangan kompetensi yang masif yang akan berdampak terhadap percepatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat di daerahnya,” kata Khofifah.

Simak berita selengkapnya ...