Bupati Gresik saat saat menyampaikan nota RAPBD 2022 via zoom. foto: ist.
Pada kesempatan ini, Abdullah Hamdi juga mempertanyakan peran dinas pendidikan dalam memenuhi standar pelayanan minimal di sekolah-sekolah yang ada.
"Sehingga tidak ada lagi sekolah yang difavoritkan, begitu pun sekolah yang dianggap berkualitas rendah," pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani menyatakan alokasi anggaran belanja pada dinas pendidikan memang difokuskan pada program pengelolaan pendidikan, program pengembangan kurikulum, serta program pendidikan dan tenaga pendidikan.
Untuk program pengelolaan pendidikan, telah dialokasikan anggaran untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rp. 68.294.054.820, Sekolah Dasar (SD) Rp. 85.260.444.190, dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Rp. 89.228.845.684.
"Di dalam anggaran tersebut terdapat penambahan ruang kelas baru, rehabilitasi ruang kelas, pembangunan/rehab perpus dan laboratorium, pengadaan alat praktik/peraga siswa, serta pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah," katanya.
Pihaknya juga berupaya mengurangi disparitas sekolah favorit dan sekolah berkualitas rendah dengan menaikkan mutu sekolah yang dinilai tertinggal. Hal ini bisa dilihat dari anggaran belanja pendidikan yang diperuntukkan sekolah negeri sebesar Rp 151 miliar, sedangkan untuk sekolah swasta Rp 269 miliar.
Upaya mengurangi disparitas juga dilakukan dengan meratakan persebaran guru dan PPDB menggunakan sistem zonasi. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




