Atas bantuan pembangunan tempat tinggal tersebut, keluarga Sri Hastutik menyampaikan terima kasih kepada Pemkab dan Polres Ngawi.
"Saya sekeluarga sangat berterima kasih dengan bantuan dari Pemkab Ngawi juga bapak polisi. Keluarga saya dapat merasakan hidup layak," terang Andi Nugraha, suami Sri Hastutik.
Diketahui, Sri Hastutik, seorang GTT di SDN 4 Dusun Setro, Desa Pandean, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, viral lantaran tinggal satu atap bersama dengan kambing. Sri Hastutik bersama keluarganya menempati bangunan rumah di pinggir hutan milik Perhutani.
Pasca viral di medsos, para forkopimda mengecek langsung kondisi guru SD tersebut, dan memutuskan untuk membangunkan rumah layak huni. Proses relokasi RTLH ini diawali dengan penyerahan bansos dan peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi Sri Hastutik.










