
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Achmad Nadhir resmi ditunjuk sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gresik periode 2021-2026. Mantan Ketua DPC PPP Gresik ini terpilih secara aklamasi oleh 70 peserta dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PMI Kabupaten Gresik.
"Jadi, ada 70 peserta yang hadir di muscab. Mereka dari anggota, sekcam di 18 kecamatan, dan relawan. Semua setuju Pak Nadhir pimpin PMI Gresik," kata salah satu pengurus PMI Gresik periode 2016-2021, Yetty Suparyati, saat dikonfirnasi BANGSAONLINE.com, Rabu (22/12).
Ia menuturkan, ada 2 sosok yang digadang menjadi pemimpin PMI Gresik sebelum pemilihan ketua. Mereka adalah Achmad Nadhir dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman.
"Karena Pak Sekda tak bersedia, akhirnya semua peserta secara aklamasi pilih Pak Nadhir," ungkapnya.
Menurut dia, terdapat sejumlah pertimbangan peserta muscab akhirnya setuju untuk memilih Nadhir, salah satunya ia merupakan seorang pengusaha. Selama ini, kata Yetty, PMI banyak memiliki hubungan emosional dan bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha di Gresik untuk membantu masyarakat. Karena itu, diharapkan ketua yang baru akan membawa kemajuan PMI Gresik.
"Faktor lain Pak Nadhir sudah bukan di politik. Jadi, PMI tak diseret-seret dalam kepentingan politik, " tuturnya.
Setelah memilih Achmad Nadhir menjadi Ketua PMI Gresik, selanjutnya akan dibentuk tim formatur yang terdiri dari 5 orang untuk membentuk kepengurusan.
"Mereka (tim formatur) yang akan memilih kepengurusan mulai sekretaris, bendahara, dan seterusnya. Maksimal pengurus 15 orang," kata Yetty.
Adapun 5 orang tim formatur yang ditunjuk untuk menggodok komposisi pengurus PMI Gresik, yaitu, Ketua PMI terpilih Achmad Nadhir, 2 orang pengurus PMI periode sebelumnya, yakni Achmad Nadjib (mantan Ketua PMI), dan dr. Sugeng.
Kemudian, 2 orang perwakilan sekretaris kecamatan (Sekcam), yakni Sekcam Manyar Musthofa, dan Sekcam Kebomas Zainul Arifin.
Sementara itu, Achmad Nadhir mengaku siap memimpin dan membimbing PMI Gresik agar lebih baik. Ia mengaku membutuhkan kolaborasi, kerja sama dengan semua pihak, terlebih semua pengurus yang akan dibentuk beserta anggota.
"Mohon kerja samanya, dan bantuan doanya. Semua untuk kebaikan, dan kemaslahatan masyarakat, serta kemajuan Kabupaten Gresik," kata Nadhir.