Masjid Sokambang menyimpan cerita lama Kerajaan Sumenep.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Secara umum, wisata religi lebih banyak didominasi pada tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh besar dalam sejarah.
Kali ini, BANGSAONLINE.com menulusuri dan mencoba napak tilas wisata religi dari sisi yang berbeda. Yakni, dengan mencoba menelisik peninggalan tempat ibadah tokoh-tokoh ulama maupun umara besar tempo dulu. Wisata masjid kuno, sebut saja begitu.
BACA JUGA:
- PLN UP3 Madura Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik Lewat EV-Day 2026 di Sumenep
- BMKG: Madura Masih Dilanda Musim Kemarau, Nelayan Diminta Waspadai Gelombang Tinggi
- Angkut Penumpang dengan Pikap Masih Marak di Sumenep, Keselamatan Jadi Sorotan
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
Rupanya dalam penelusurannya, Sumenep memiliki banyak masjid bersejarah. Sayangnya, di samping belum dikupas lebih dalam, jejak-jejak masjid perlu mendapat perhatian serius sehingga generasi muda tahu dan paham tentang masjid dan perkembanganya dari masa ke masa.
Di kawasan kota saja ada dua masjid jami' dan Masjid Laju (lama), adalah merupakan masjid bersejarah yang tak asing di benak warga kota Sumenep, terlebih masjid jamik yang memang sudah kesohor ke luar daerah.
Selain kedua masjid itu, Sumenep memiliki daftar masjid kuno yang tak kalah nilai bersejarahnya. Laksana mata rantai, masjid-masjid itu memiliki kisah yang tak bisa dipisahkan.
Misalanya, sebut saja Masjid Madegan Batuampar, Masjid Sokambang Kebunagung, Masjid Barungbung, dan masjid-masjid lainnya yang ada di pinggiran Kota Sumenep .
Sebutan masjid memang populer, meski dalam faktanya, banyak yang di masa lampau lebih akrab dengan sebutan langgar.
Langgar-langgar yang selanjutnya bermetamorfosis menjadi masjid, yang menjadi pusat transfer ilmu. Menelurkan cikal bakal pesantren-pesantren jujukan para penimba ilmu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




