Jalani KKN Tematik, Ratusan Mahasiswa IIKNU Tuban Diminta Fokus Tangani Stunting dan ODF

Jalani KKN Tematik, Ratusan Mahasiswa IIKNU Tuban Diminta Fokus Tangani Stunting dan ODF Camat Merakurak Mustakim saat memasangkan jaket KKN pada mahasiswa IIKNU.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 275 Mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban mengikuti pembekalan kuliah kerja nyata (KKN) tematik di Balai Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Senin (18/7/2022).

Mereka bakal disebar di 13 desa di Kecamatan Merakurak untuk mengikuti program pengabdian kepada masyarakat. Keberadaan ratusan mahasiswa kesehatan itu diharapkan mampu menganalisis problematika yang ada di setiap desa.

"Dengan terjun langsung ke masyarakat, ini dapat mencari permasalahan yang ada di desa dan menyelesaikannya," jelas Rektor IIKNU Tuban, Miftahul Munir.

Munir menjelaskan, setiap civitas akademika perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab mewujudkan dan melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Yakni, pendidikan dan pembelajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian masyarakat.

"Pengabdian kepada masyarakat salah satunya dengan KKN. Tahun ini kita fokus pemberdayaan tentang kesehatan," ucapnya.

Adapun sasaran KKN adalah 13 desa, yakni Temandang, Tlogowaru, Sembungrejo, Senori, Borehbangle, Tuwiri Kulon, Tuwiri Wetan, Tahulu, Tegalrejo, Bogorejo, Sumberjo, Sendanghaji, dan Sumber.

Menanggapi hal itu, Camat Merakurak M. Mustakim sangat mendukung pelaksanaan KKN yang berlangsung di wilayah kerjanya.

Dirinya berharap fokus KKN Tematik IIKNU di wilayah Merakurak adalah pengentasan stunting dan open defecation free (ODF). Sebab, angka ODF di Merakurak masih peringkat ketiga dari bawah di antara 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Sehingga diharapkan bisa mendorong masyarakat dan menambah desa ODF.

"Di Merakurak baru dua desa yang sudah ODF, yaitu Kapu dan Temandang, sisanya belum ODF. Semoga dengan keberadaan adik-adik mahasiswa ini dapat membantu memberi pemahaman kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," harapnya.

Menurut Mustakim, minimnya desa ODF itu salah satunya disebabkan letak geografis Merakurak yang banyak dilintasi aliran sungai. Sehingga, masyarakat lebih memilih buang hajat di sungai, meskipun kadang di rumahnya sudah ada jamban.

"Tolong dorong masyarakat BAB pada tempatnya, demi mengurangi jumlah desa ODF atau buang air besar sembarangan," pintanya.

Penurunan stunting, lanjut Mustakim, sejalan dengan program Pemkab Tuban guna. Diketahui, angka stunting Kabupaten Tuban saat ini masih pada kisaran 11,64 persen.

"Edukasi stunting sejak usia sebelum nikah sudah sering kita lakukan bersama kader desa dan KUA. Dan mahasiswa KKN ini juga diharapkan punya peran itu," tutupnya. (gun/rev)