Talkshow Rancangan Bangun Percepatan Madura yang digelar saat Kongres II Ikatan Alumni UTM dengan pembicara Anggota Komisi V DPR RI Syafiuddin (tengah), Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur Abdul Halim, Ketua KONI Bangkalan Fauzan Jakfar, dan Direktur BUMD Sampang.
Kampus UTM sangat strategis menjadi garda terdepan melakukan kajian percepatan pembangunan Madura. IKA UTM harus melakukan bekolaborasi dengan efektif, bagaimana pembangunan Madura segera terealisasi.
Dirinya sebagai alumni UTM siap memberikan ruang, memberikan wadah, karena dirinya ada di Komisi C DPRD Jatim.
"Kampus harus melakukan langkah konkret, ada wadah khusus, dan saya siap berkolaborasi, sebagai alumni IKA UTM," ujarnya.
Ketua KONI Bangkalan Fauzan Jakfar mengkritik terkait konsep pembangunan pemerintahan kabupaten yang ada di Madura, di mana pembangunannya masih parsial. Seharusnya pembangunannya terintegral, sehingga sangat mudah merealisasikan percepatan pembangunan Madura.
"Konsep pembangunan Madura masih pasial. Seharusnya konsep pembangunan yang terintegral, sehingga akselerasi pembangunan percepatan Madura akan lebih mudah dan cepat," paparnya.
Sedangkan Tamsul, Direktur BUMD Sampang meminta setiap 4 kabupaten di Madura untuk selalu membangun kemandirian. "Jangan sampai selalu bergantung kepada pemerintah pusat, karena Madura memiliki potensi yang besar mulai dari destinasi wisata, garam," tandasnya. (uzi/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




