Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky (tengah).
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, tak banyak berkomentar terkait rencana revitalisasi kawasan Rest Area yang mengakibatkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kehilangan sumber pendapatan.
Belasan hingga puluhan pedagang harus hengkang tanpa ada solusi yang diberikan Pemkab Tuban. Mereka mengeluh karena tidak ada ganti rugi maupun relokasi yang ditawarkan pemerintah daerah setempat.
Namun begitu, para PKL terpaksa cabut dan mengemasi barang dagangannya dari tempat itu. Setuju atau tidak, kios mereka juga akan dibongkar oleh pemenang proyek revitalisasi.
Saat dikonfirmasi terkait hal itu, bupati muda itu enggan bersuara dan lebih memilih fokus dengan kegiatan yang sedang dilaksanakan.
"Oke hari ini kita kegiatannya pengobatan katakan," kilahnya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Selasa (30/8/2022).
Disinggung terkait ganti rugi yang di keluhan pedagang yang berharap ada relokasi, Ketua DPD Golkar Tuban ini juga minim tanggapan.
"Nanti saja kita akan bahas, hari ini peringatan HUT," imbuhnya singkat.
Sementara itu, sampai batas akhir sebelum dilakukan pembongkaran, dua pedagang masih bertahan di lokasi eks terminal itu. Dua kios itu yakni kedai Bu Eri dan kedai Jamilah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




