Puluhan aktivis saat demo menolak kenaikan harga BBM di DPRD Sampang. Foto: MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Puluhan aktivis di Kabupaten Sampang melakukan demo di depan gedung dewan setempat, Senin (5/9/2022). Wakil rakyat diminta untuk mengirim surat pembatalan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan pemerintah pusat.
Massa yang tergabung dalam Masyarakat Sampang Bersatu (MSB) bergerak menuju gedung dewan membawa poster penolakan kenaikan BBM. Sedikitnya ada tiga tuntutan yang disampaikan ke wakil rakyat.
BACA JUGA:
- Akal-akalan Barcode BBM Subsidi Terbongkar, 5 Tersangka Dibekuk Polres Probolinggo Kota
- Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Distribusi BBM dan LPG Subsidi
- Polres Probolinggo Tangkap 7 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lima Lokasi
- Polresta Sidoarjo Amankan 845 Liter Pertalite Diduga Ditimbun untuk Dijual Ilegal
Mereka meminta para anggota dewan untuk menyampaikan pembatalan kenaikan BBM melalui akun media masing-masing dalam waktu dua hari. Massa aksi juga mendesak DPRD Sampang secara kelembagaan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo, dan meminta kenaikan BBM dibatalkan serta menolak adanya BLT BBM.
"Jika memang wakil rakyat tidak mau melakukannya, bubarkan saja DPRD karena tidak pro-rakyat. Wakil rakyat harus pro-rakyat, karena masyarakat disengsarakan dengan adanya kenaikan BBM. Sementara wakil rakyat hanya diam saja," teriak korlap aksi, Sulhan.
Ia mengatakan jika saat ini masih dalam pemulihan ekonomi, seharusnya pemerintah tidak keterlaluan menaikkan harga BBM. Sebab, kebijakan ini berdampak banyak antara lain meningkatnya harga bahan pokok.
"Kami menuntut DPRD Sampang secara institusi mengirimkan surat ke presiden. Meminta agar harga kenaikan BBM dibatalkan dan kembali normal," tuturnya.
Setelah itu, massa aksi ditemui sejumlah wakil rakyat. Dewan pun sepakat untuk menolak kenaikan BBM dan akan mengunggah status dukungan terkait hal tersebut.
"Kami mendukung adanya penolakan kenaikan harga BBM. Dan kami akan menyurati pemerintah pusat sesuai tuntutan para teman-teman aksi," kata Ketua DPRD Sampang, Fadol. (tam/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




